Senin, 15 Desember 2025

Weekend-an di Singapore yang Berbumbu Ketegangan

Berbumbu ketegangan? Iya betul....btw, yang mau langsung baca yang tegang-tegang, scroll kebawah aja dan cari kata tegang yang di bold.

Trip kali ini kami berangkat Jumat malam, karena biar Sabtu paginya bisa langsung keliling...eh bukan sih he..he...ini lebih karena benefit member Accor-nya sekarang buy 1 get 1 bukan free night.
Pesawat kami SQ jam 7 malam dan buset dah...gate-nya dapat no 1B...jauh buanget, sudah bikin "deposit" kepegalan kaki.

Pesawat delay 30 menit karena cuaca. Ya memang sedang agak rawan hujan tapi ya beruntung pas terbang tidak ada turbulence yang berarti, hanya goyang-goyang dikit aja.

Kami mendarat sudah jam 10 malam waktu Sin dan langsung naik taxi ke hotel, check in dan bobo.

Pagi Sabtu tgl 13 Des 25 kami breakfast di hotel.
Makanan di Sofitel lebih variatif daripada Pullman dan harga sepertinya lebih mahal sedikit tapi karena benefit member discount sekarang hanya 30% dari sebelumnya 50% jadi terasa lebih mahal. Tapi ok lah karena kami makannya banyak...isi perut karena waktu lunch nya diperkirakan tidak jelas. Lalu sebelum keluar hotel, foto-foto di hotel Sofitel City Center yang hiasanì Natalnya banyak boneka Nutcraker.
Acara pertama ke Marina Bay Sands, tujuannya cuma satu...foto dengan hiasan Natalnya yang banyak boneka Nutcracker nya. Kami naik MRT yang terkoneksi dengan hotel. Naik lift yang dekat Guoco Building dari lantai 5 ke B2.
Sampai di MBS kami langsung ke arah hiasan Nutcracker.
Foto pertama, dapat "hadiah" dari Nutcraker.
Foto kedua dengan latar  pohon natal yang digantung.
Foto ketiga, hiasan Nutcraker di tepi lingkaran.
Selesai foto kami balik ke hotel untuk siap-siap keliling Universal Studio Singapore (USS) sampai malam.
Target kami disini cuma mau lihat Meet&Greet dengan berapa tokoh kartun, mau rasakan salju buatan karena lumayan kangen salju dan lihat kembang api. Atraksi tidak jadi target tapi pas dilokasi kami main Despicable me Minion Mayhem dan Sherk 4D Adventure yang harusnya diselipkan di awal kedatangan yang sempat kami ngak jelas keliling-keliling sambil menunggu beberapa acara Meet&Greet.
Acara kami selipkan main 2 atraksi dan ya....hujan lumayan gede, kami lanjut jalan ke area New York untuk merasakan salju palsu di New York palsu pula ha..ha..beda banget rasanya saat rasakan salju asli apalagi yang lebat.
Lanjut nonton firework di Lake Hollywood USS (bukan USA ya...he..he..).
Kaki udah pegel banget dan sambil jalan ke arah sentosa express kami foto deh dengan si bola ikonik nya USS di kala malam.
Sampai di hotel bersih-bersih dan bobo.
Tapi....tra la la....jam 2 pagi alarm peringatan bunyi. Serasa ini mimpi apa beneran ya. Sambil masih setengan on mendengar informasinya ada diteksi kebakaran dan tunggu informasi selanjutnya. Hah beneran mgak sih nih kenyataan, bukan mimpi. Waduh jadi tegang....
Hadehhhh langsung dah ingat kebakaran di Hong Kong dan kebakaran nya Terra Drone di Jakarta...wah I di lantai 17 nih... ihh nih api di lantai berapa ini.
Ya udah capcus siap siap ganti baju, pakai sepatu yang nyaman. Bawa tas tangan aja.
Keluar kamar, tadinya ngak ada yang keluar. Ngak lama ada 1 engko engko tapi cuma mondar mandir ngak jelas. Ngak lama keluar engko enci suami istri yang seperti orang Hong Kong dan sudah diam aja tidak bisa bicara dan keliatan niat mau turun cari-cari tangga darurat. Jadilah saya bareng turun bareng mereka.... daripada bengong nunggu informasi, mending pelan-pelan turun tangga lah, in case beneran ada api harapannya belum besar dan bisa lewat.
Turun di lantai 16 ketemu lagi 1 keluarga yang turun.
Akhirnya kami sampai di lantai 1.
Taraaaaa....lah cuma ngak sampai 20 orang. Ada 4 orang pakai kimono. Bule cuma 1....belasan orang dari Indo, termasuk engko enci yang saya kira orang Hong Kong ternyata orang Kelapa Gading ha...ha...halah ngapain tadi saya sapa mereka pakai bahasa Inggris ..... Dan mereka juga kira saya bukan orang Indo, katanya dikira Malaysia atau apa gitu katanya....
Btw, yang lain pada kemana ya...bule bule pada kemana...wah, mereka setia menunggu informasi selanjutnya nih berarti seperti yang diinfokan.  Hhmm ngak tahan kalau saya nunggu tapi alarm jalan terus dan lift sudah dimatikan.
Di bawah ngak keliatan ada mobil pemadam pula.
Saya tanya donk ke resepsionis yang jaga. Katanya alarm ada deteksi api di gedung sebelah yang terkoneksi dengan hotel di beberapa lantai tapi belum pasti api nya ada tidak. Buat siap-siap kami kami informasikan...hhmmm ya ada bagus nya juga sih siap-siap daripada kebablasan.
Gpp sih tapi kaki ohh kaki jam segini belum pulih pegelnya ditambah turun tangga 17 lantai...ya walaupun tangga nya enak tetap aja nih sampai Senin malam saat nulis artikel ini, ada pegal yang tersisa.
Begitulah cerita bumbu tegang nya...he..he...ada aja nih memang kalo jalan-jalan...tapi jadi ada cerita dan kenang-kenagan dan bagusnya bukan kebakaran beneran.
Ya sudah foto aja di pohon natal di lobby. Ini foto my sis yang bawa tas plus bawa yang gampang dan kantong isi boneka toothless yang baru dibeli di USS😃.
Tidak ada 1 jam kami diperbolehkan naik lagi dan lift sudah dinyalakan.
Lanjut tidur tapi jadi sudah terganggu pulasnya dan akibatnya bangun tidak bisa pagi-pagi amat dan akibatnya ke gereja nya telatttttt.

Seperti biasa kami ke Bethany Church of Singapore....yang saya ingat dari kotbahnya...dalam menghadapi perkembangam jaman, kita jangan tidak mau berubah dari dulu, sekarang dan sampai Tuhan Yesus datang he...he... harus bisa mengikuti perubahan dengan menyaringnya yang sesuai Firman Tuhan. Sekarang kan lagi trend AI...AI tidak mematikan tapi sebaliknya AI bisa bikin maju orang yang bisa memanfaatkannya dengan benar. Ibaratnya dulu, pernah kan pakai kalkulator dilarang di sekolah tapi untuk mempercepat akhirnya sekarang diperbolehkan. Dari sisi pelayanan juga kita harus berubah, ingat kan jaman dulu ada pelayanan OHP (proyektor) yang buat tanyangin lagu-lagu, sekarang tidak lagi. Pelayanan youtube streaming juga adalah suatu kemajuan sehingga dipelosok asal ada internet bisa ikut mendengar kotbah-kotbah dan ibadah online dari mana saja.

Lanjut kami main dulu sebentar di Orchard dan ngak nemu barang yang dibeli.
Lanjut balik hotel dan otw bandara.
Di bandara kami mengambil pesanan di ishop yang sudah kami pesan online dan ada kemajuan kreatifitas...ambil paketnya tinggal pencet di layar dan isi pasword yang sudah diemail dan scan boarding pass dan nanti kotak  yang isi barang kita terbuka.
Ada ada aja nih memang Singapore.
Lanjut kami ke gate dan delay karena hujan. Ada kali 1 jam, tapi gpp lah daripada diatas tegang karena turbulance (dah cukup tegang2 yang jam 2 pagi tadi ha..ha..). Penerbangan lanvar dan hanya turbulence sedikit saja.
Sampai di Soeta, kok aneh ya ini scan paspor kami ngak bisa. Hhmm norak dah karena belum isi form kedatangan yang sudah sekaligus dengan declare bea cukai (ini belum lama berlaku). Hhmm kayaknya iya tuh dari di pesawat diinfo tapi karena ngantuk, ngak jelas nangkepnya dan pikiran ohh yang biasa tuh isian bea cukai.
Bandara cukup ramai dan kami langsung aja pesan yang Golden Bird...adanya Densa, ya sudah mahalan gpp dah daripada sengsara nunggu antrian.....nyobain kursi pijatnya dan pijatnya aneh sih menurut saya he....he....

Oleh Kumala Sukasari Budiyanto

Jumat, 05 September 2025

Weekend-an ke Singapore dikala Suasana Jakarta Memanas

Wah...dari judulnya terkesan kabur cari yang lebih nyaman ya. He..he..tapi asli ini diluar dugaan....kami sudah beli tiket 2 bulan yang lalu dan bisa-bisanya pilih tanggal 31 dan 31 Agustus 2025, padahal minggu depannya yang long weekend (ssttt...karena tiket nya lebih murah jadi milih tanggal ini😃).

Malam sebelum berangkat, kami ragu mau berangkat karena takut di jalannya (tapi pikir-pikir ahhh kan pagi, aman lah), ahh ntar ngak bisa pulang (hhmmm tapi bukannya malah bagus mending sekalian ngungsi di Sin kan kalau memang tambah memanas tapi semoga tidak ya). Hadeh hadeh... feeling sih bilang pergi aja lah.....


Sabtu, 30 Agustus 2025

Kami berangkat dari rumah jam 6 kurang. Perjalanan ke bandara lancar-lancar saja dan sampai di bandara....lah lah lah...kok sepi ya nih terminal 3...orang-orang pada batalin perjalanan kah....

Sebelum naik pesawat kami sempat makan pagi dulu dan pesawat SQ kami berangkat tepat waktu jam 8.15. Penumpangnya penuh dari kelas bisnis, premium ekonomi dan ekonomi nya juga.

Pesawat mendarat tepat waktu dan sampai di Changi terminal 3 juga tampak lebih sepi dari biasanya....kenapa kompakan ya dengan terminal 2 Soeta🙄.

Lanjut capcus ke hotel Pullman di Orchard naik taxi dan kami sampai jam 12.00 an dan bisa check in lebih awal. Kami mandi dulu biar segar dan acara pertama lunch....udah laparrrr lagi (padahal udah makan pagi di bandara dan makan lagi di pesawat...kalau terbang saya begitu, ngak tahu kenapa diatas itu sepertinya makanan yang masuk tidak mengenyangkan😄).

Kami lunch nyobain chicken rice di Lucky Plaza yang saat trip yang lalu dijadwalkan tapi tidak kesampaian. Tempatmya tidak besar dan di pojokan tapi laku lohhh. Chicken nya memang unik rasanya lembut tanpa serat....ok lah lezat dan untuk ukuran di Sin ini tidak mahal.

Kali ini itinerari dibuat simple hanya main di Sentosa....hhmmm tapi kaki tetap aja pegel. Oceanarium yang cuma 1 tempat ini gede banget, pegel kelilingnya.

Pertama kali masuk disuguhi pemandangan berbagi jelly fish. Yang paling khas moon jelly yang diletakkan di kolam seperti tabung.

Selanjutnya adalah area yang menyajikan kapal dan disini ada cafe (he..he...sebenarmya saya punya meal voucher dari master card tapi pikir harus ditukar dulu...ngak tahunya tinggal scan tanpa bertele-tele...telat tahunya setelah pakai voucher retailnya di area exit).

Lanjut ke area ikan paus dan kita bisa berjalan di lorong bawahnya (sama seperti yang di Sea World Ancol, tapi lupa-lupa ingat ikannya apa saja).

Lanjut keliling-keliling udah pegal tapi ngak habis-habis. Lalu kami ketemu ikan kecil ini di salah satu kolom...unik banget seperti transparant, namanya Sonang Rambutan.

Banyak lagi ikan-ikan dan juga karang-karang yang disajikan dan terakhir adik saya beli kaos, lumayan ada potongan dikit dari voucher master card.

Kaki pegel tapi perut belum terlalu lapar. Hhmmm...mau nyantai dulu. Ya sudahlah kita makan lagi tapi ngak usah banyak-banyak. Kami makan di Din Tai Fung, lumayan discount 10% kalau tunjukan tiket Oceanarium di hari yang sama....antri booo tapi ngak terlalu lama dan sambil antri kita foto si boneka siau lung pao yang bulat ini.

Disini paling suka dengan puding kelapa-nya yang ngak ada di Din Tai Fung Jakarta.

Kami lanjut naik Sentosa Express ke Imbiah, penasaran dengan pameran Peranakan Reimagined yang akan berakhir besok.

Yang paling saya suka adalah kelom (sandal kayu) si nyonya raksaksa 😄😄😄.

kemudian ada area spot foto rumah-rumahan ala peranakan.

Yang paling ikonik rumah peranakan dibawah ini yang kalau malam lampu-lampunya bagus.

Selesai foto-foto kami balik ke Vivo City....dan cari cakwe (makan lagi😆).

Kami makannya di area luar, lumayan sudah adem jadi duduk aja dah di rumput sambil lihat anak-anak Sin yang ngak pernah ngerasain banjir nih...main air seperti ini.

Kami lanjut jalan ke arah stasiun mrt...eihhh di mall iseng liat ada Zara yang sale, sedikit baju yang sale tapi kebetulan nemu yang pas dan diskon hampir 50%.

Sampai hotel sudah pegal dan cari berita Jakarta...hah masih ada demo....waduh besok mending pulang atau  extend ya....hadeh, liat pagi deh gimana, kita bobo aja tapi susah pulas nihhh.


Minggu, 31 Agustus 2025

Acara pertama breakfast dan pilihannya di hotel saja deh, lengkap ada buah dll dan lumayan diskon member Accor 50%.

Lanjut jalan ke Grand Hyatt Orchard untuk ikut kebaktian di Bethany Church of Singapore , jam 8.30.

Disini jemaatnya dari Indo semua ada yang kerja ada juga yang sudah menetap. Doa syafaatnya sudah pasti mendoakan Indonesia supaya diberikan kasih karunia Tuhan. Inti kotbah hari ini: menjalani kehidupan bersamaTuhan jangan seperti auto pilot tapi  perlu adanya kerinduan yang mendalam ingin selalu terhubung denganNya.

Selesai kebaktian kami bingung.com dah...pulang kagak ya....feeling sih damai-damai aja buat balik tapi berita-berita saat itu sudah minim jadi beneran udah kagak ramai apa kagak. Kami putuskan tetap balik dan kami beli makanan buat jaga-jaga kalau beberapa hari ke depan ribet belanja makanan...hi..hi..kami beli kue lapis Begawan Solo (kan awet bisa disimpan agak lama dan ternyata enak banget terutama kue lapis coklatnya yang ditengahnya ada kenari yang dipotong kecil-kecil) dan 4 croissant nya Starbuck.

Sampai di bandara masih punya waktu 4 jam (sudah pegal dan ngak mood juga untuk lihat-lihat yang lain). Kami santai-santai aja makan bakmi kesukaan saya Teochiu Fishball Noodle di terminal 1 dan lanjut nongkrong di Starbuck terminal 2.

Hi..hi...saya penasaran pesawat nya penuh apa kosong ya.... ternyata lumayan penuh kecuali bisnis kosong banget....(simpulkan sendiri deh kenapa).

Pesawat kami mendarat tepat waktu.

Dan perjalanan ke rumah lancar dan aman. Syukur dah bisa balik....besok gimana  kerja kagak ya....wa group bod bilang kita masuk dulu, ok dah....ciayooo!

Perjalanan kali ini tokcer bikin kaki super pegal seperti biasanya juga, padahal itinerari cuma ke area Sentosa.


Oleh Kumala Sukasari Budiyanto



Minggu, 06 Juli 2025

Weekend-an di Singapore lagi

Jalan-jalan naik pesawat besar walau cuma terbang sebentar, sensasi nya beda...pilihannya ke Singapore, negara yang ngak bikin saya bosen untuk datang bolak balik dan naik pesawat SQ karena ini satu-satunya pesawat besar untuk rute Jakarta-Singapore.

Weekend tanggal 5-6 Juli 2025 kami pilih menginap di Swissotel yang letaknya di  Raffles City. Kalau naik MRT turun di City Hall dan langsung ambil kiri yang agak nikung belokannya dan ada tulisan Raffles City. Hhmmm kami awalnya sempat salah, kebablasan jalan terus hampir ke Raffles Link...dulu 2 tahun yang lalu juga sama, bablas seperti ini.

Setelah check in, kami nyobain makan di resto Din Tai Fung di Raffles City lantai B1...hhmm vs di Jakarta rasanya mirip tapi lebih tawar dan menu nya ada yang beda dan bayarnya lebih mahal karena kalau di Jakarta saya bisa pakai diskon-an kartu kredit he..he...

Kali ini di Singapore keliling liat apa ya yang belum pernah.... Patung Raffles belum pernah nih....tapi sayang pas keluar dari stasiun MRT Raffles mau lanjut jalan puanasss nya ampun banget, jadinya hanya fotoin ini sungai yang konon katanya tempat pertama kali nya Sir Stamfotd Raffles, yaitu pendiri Singapore modern, pertama kali tiba di Singapore.

Dari sini, kami lanjut ke Garden by The Bay dan mau ke area Lotus Pond yang lagi ikonik jadi spot foto. Cara kesini turun di MRT stasion Garden by The Bay dan jalan ke arah area Kingfisher Wetland.
Di dekat area ini juga ada Waterlily Pond.
Lumayan lah buat ngirup udara taman di tengah suasana perkotaan negara ini.

Dari sini kami balik hotel dulu, santai sejenak dan lagi asyik santai terdengar suara pesawat kencang banget....saya pikir pesawat mau jatuh atau salah atur ketinggian...tidak tahunya jet tempur ada beberapa lagi terbang dan 2-3 kali lewat diatas hotel...tidak jelas lagi mau ngapain. Saking takjub nya, lupa di foto....ditunggu-tunggu hanya kedengaran suaranya beberapa kali tapi tidak tampak di kaca (lewat arah lain). Ngak lama kedengaran lagi tapi agak kecil...siap-siap kamera di laca...ehhh penonton kecewa deh ternyata helikopter-helikopter yang lewat...ini fotonya.

Setelah ini kami ke Chimej, makan malam. Kami pilih resto Hagata Ikkousha Ramen, recommended banget buat yang suka makanan non halal. Saya pilih yang Tonkotsu (kuah nya berasa b2 banget) dan adik saya pilih yang Shio (kuahnya lebih ke rasa kuah ayam). Dan gyosa nya juga enak.
Lanjut kami foto-foto disini dengan suasana malam (tahun lalu pernah foto di siang hari).
Lanjut acara di hari Minggu.
Pagi-pagi sambil siap-siap, saya dengerin youtube Gms Church, ada yang menarik tentang Kreatifitas...yup banget kita butuh kreatifitas untuk bertahan dan menjadi pendobrak. Caranya gimana, ya harus terhubung lah dengan yang punya kreatifitas tertinggi, our God yang super banget kreatifnya, ciptakan alam semesta yang gede ini, ciptakan manusia dengan dna yang beda-beda, sifat nya juga beda-beda, warna kulit aja tidak ada yang persis. Gimana donk cara terhubung terus dengan Tuhan, sembah dia dan rajin berdoa, pasti nanti dibilangin...dengan cara dikasih hikmat.

Selesai siap-siap, kami makan pagi dan berhubung ada yang ultah, jadi perlu cari yang ada cake...pilihannya Tiong Bahru Bakery yang memang saya sudah lama penasaran mau coba. Kebetulan lokasinya di bawah hotel (lantai B1 Raffles City), cukup turun dari ekskaloor yang di depan concierge-nya Swissotel.
Enak rasanya tapi kalau dibandingkan breakfast di hotel dengan fasilitas member accor yang diskon 50% hhmmm breakfast ini lebih terasa bayarnya aja, belum lagi karena kita pilih menu yang seperti di foto, he..he..makan besar ini...bukan yang paket petit.

Setelah makan pagi kami ke Bethany Church Singapore (cabangnya GBI Gatot Subroto di Singapore) di Grand Hyatt Hotel, kami ikut ibadah jam 10.30.... Cari prestasi boleh, mau kaya tidak dilarang tapi yang terpenting bersikap sebagai murid yang mau menuruti apa kata  Tuhan seperti yang diajarkan di Alkitab, apa maunya Tuhan untuk kita kerjakan dan Tuhan tidak akan membiarkan kita kekurangan, Contohnya Abraham, dia dipanggil untuk memimpin umat Israel keluar dari Mesir. Abraham yang dari keluarga kaya harus meninggalkan kenyamannya dan pada Tuhan memberkatinya.
Kehidupan ini bukan hanya untuk sekedar mencari harta dan ketenaran, sudah banyak contohnya yang pada akhirnya tragis.
Raja Salomo (ini orang terkaya yang pernah hidup di dunia,  belum ada tandingannya) saja bisa berkata bahwa baginya lelah menghadapi dunia.

Sebelum balik hotel dan ke bandara, kami sempat mampir ke Takasimaya Orchard, beli sepatu Vionic yang harganya lumayan lebih murah dari harga di Jakarta.

Setelah sampai di  bandara kami ke GST refund, lumayan uangnya bisa buat makan di rssto mie yang saya suka, Lixin Teochiu Fishball Noodle (letaknya tidak jauh dari arah station train yang menghubungi T1 dan T2) yang menurut saya enak buanget.
Penerbangan kami lancar walau ada hujan saat mendarat.

Terminal 3 Soetha, tidak mau kalah dengan Changi loh, sekarang ada layar tv besar dengan air terjun kecil (walau tidak sebesar yang tv air terjun-nya Changi T2) tapi ada video binatang-binatang bergerak (lokasinya di dekat belt pengambilan bagasi 4).


Oleh Kumala Sukasari Budiyanto

Minggu, 27 April 2025

Weekend-an dengan Monyet Singapore

Weekend di akhir bulan April 2025 itinerary utama nya mau lihat monyet Singapore, tapi beneran ngak sih ini monyet Singapore dan apa bagusnya, apa bedanya dengan topeng monyet nya kita...he..he...baca lebih lanjut yah...


Sabtu, 26 April 2025

Hari ini kami naik pesawat SQ jam 8 pagi, setelah tiba lanjut naik taxi ke Pullman Orchard dan beruntung kamar sudah siap jadi bisa early check in dan bisa rapih-rapih dulu sebelum jalan-jalan sampai malam.

Tujuan utama kami adalah Rainforest Wild Asia. Cara kesini naik MRT turun di Khatib, lalu pilih exit A dan cari halte Mandai Bus. Ongkos naik bis ini S$ 2.5/trip/orang.

Saat kami sampai di lokasi lagi hujan cukup deras, kami bisa masuk dan menyusuri area lokasi yang tertutup atap.

Saya kesini penasaran mau lihat 2 jenis monyet yang ada disini. 

Pertama, Francois' langur (nama ilmiahnya Trachypithecus francoisi) di The Karst adalah spesies monyet yang hidup di hutan tropis di wilayah Tiongkok bagian selatan, Vietnam, dan Laos.

Ciri khasnya adalah bulu berwarna hitam dengan garis putih di sekitar pipi, membuat wajahnya tampak unik

Karst adalah habitat khas dari primata ini.


Singapore yang tidak punya Karst sengaja membuatnya dan jadilah Karst di tengah kota ini.

Kedua, Red-shanked douc langur di The Canopy (nama ilmiah: Pygathrix nemaeus) adalah spesies monyet yang sangat cantik dan unik. Mereka hidup di hutan-hutan tropis di Vietnam, Laos, dan sebagian Kamboja.
Monyet ini unik bulunya warna-warni...hi..hi..muka kuning, kaki nawah merah, buntut putih...asli loh bukan di cat.  Sifatnya tenang dan tidak kepo. Di foto dan dikerumunin sampai dikejar-kejar pengunjung buat foto bagaikan artis, juga ok ok aja.


Jadi 2 jenis monyet yang saya cari ini bukan asli Singapore, tapi karena udah jadi "Penduduk Singapore", maka saya sebut mereka sebagai monyet Singapore...he..he..

Tak kalah menarik disini ada gua buatan, The Cavern dan di dalamnya ada resto yang recommended untuk dicoba dan foto-foto ok juga disini...
Saya coba foto bergaya foto annual report-nya ACA tapi di dalam gua he..he...
Ada banyak area di gua ini yang ok untuk spot foto.



Di Rainforest Wild Asia juga ada satwa lain seperti harimau. Btw, harimau nya kesepian jalan mondar mandir kagak jelas melulu he..he...
Satwa-satwa diletakkan di area bawah dan pengunjung melihatnya dari area atas, cukup aman karena sepanjang mata memandang tidak ada area yang bisa dilewati binatang-binatang itu untuk ke area pengunjung.


Selain itu ada juga area jalan tracking tapi kami tidak coba karena hujan jadi takut licin.

Kami cukup lama berkeliling dan makan di Rainforest Wild Asia ini, jadi setelah selesai kami balik ke area hotel dimana kami menginap, yaitu Orchard.
Kami lihat-lihat barang tapi tidak ada yang lagi kepingin dibeli. Jadinya kami melakukan "dosa" aja makan bakmi kesukaan kami malam-malam, mumpung area Foodcourt Takasimaya-nya ada tempat duduk. Inilah penampakan bakmi Teochiu Fishball Noodle yang enak banget.
Setelah kekeyangan kami jalan ke Pullman Orchard dan melihat poster kreatif, doggy girl yang lagi shopping...cocok banget di pasang disini.


Minggu, 27 April 2025
Hari ini acaranya cuma ke gereja dan setelah itu ke bandara.
Kami ikut kebaktian pertama jam 8.30 GBI Singapore di Grand Hyatt hotel. Kebaktian pertama tidak seramai kebaktian kedua tapi jauh lebih ramai dari kebaktian siang yang English Service.
Ada 2 point kotbah dari Ps Iwan yang paling berkesan:
Pertama...jangan berkata "ahh hidup mengalir aja", karena yang suka mengalir ikut arus cuma kotoran dan sampah (ha..ha..iya banget). Jadilah ikan yang bisa menerjang arus dan bahkan mencari makan di tengah arus. Jadi belajarlah berjalan di tengah arus dengan pimpinan Tuhan.
Kedua, mengajari anak atau orang lain harus dengan memperlihatkan pengalaman hidup bersama Tuhan, kalau kotbah AI juga bisa....he..he..iya aku pernah coba suruh AI kotbah, canggih juga isinya.

Selesai kebaktian, kami balik hotel dan sempat foto dengan boneka doggy maskot-nya Pullman Hotel di area cafe.
Lanjut kami naik taxi ke bandara dan baru tahu kalau disini yang bisa jadi supir taxi hanya penduduk. Permanent residence aja ngak bisa. Ada bagusnya sih biar penduduk bosa dapat kerjaan dan

Kami pulang naik pesawat SQ jam 12.45. Setiap lihat pesawat saya selalu takjub ama yang bisa ciptakan pesawat...sebegitu banyak orang dan barang bisa diangkut keatas awan....

Oleh, Kumala Sukasari Budiyanto