Kamis, 06 Maret 2014

12 Jam Keliling KL


Setelah tahun lalu kami bertiga yaitu papa, adik dan saya "berhasil" one day trip ke Singapore (artikelnya dapat dibaca di blog ini dengan judul Saturday with Mummy), kali ini pada Minggu, 2 Mar 2014 kami mencoba one day trip ke Kuala Lumpur (KL).

Untuk mensukseskan misi ini, kami memilih menggunakan bis KL Hop on Hop off untuk keliling KL sehingga bisa melihat semua ikon wisata KL dari balik kaca bis dan memilih beberapa lokasi saja untuk dieksplorasi.

Pemilihan pesawat juga kami pertimbangkan. Berangkat kami memilih pesawat yang selalu menemani perjalanan hemat saya, yaitu Airasia dengan harga promo yang dibeli 6 bulan lalu seharga Rp 167 ribu (tiket+makan+pilih tempat duduk) dan airport tax Rp 150 ribu per orang....
Airasia memang mantap promonya!
Kami memilih pesawat pagi jam 6.30, berangkat dari terminal 3 Cengkareng dan mendarat di LCCT, KL.

Untuk pesawat perjalanan balik ke Jakarta, kami tidak memilih pesawat yang beroperasi di LCCT karena memerlukan waktu perjalanan yang lebih lama dari pusat kota KL. Kami memilih pesawat yang beroperasi di KLIA sehingga bisa dijangkau dengan kereta (KLIA Express atau KLIA Transit) dalam waktu kurang lebih 30 menit dari KL Sentral (integrated terminal yang berlokasi di pusat kota).
Kami memilih pesawat Malaysia Airline yang harga tiketnya sedang ok, usd 90 per orang. Kami memilih pesawat jam 10 malam waktu KL.
Total dana yang kami keluarkan untuk tiket pulang kami bertiga kalau dihitung-hitung hanya senilai kurang lebih 2 tiket karena 1 tiketnya dibayar dengan voucher dari Dwidaya Tour senilai Rp 1 juta, hadiah lombo foto ultah Dwidaya...Thank you Dwidaya!


Mau tahu bagaimana cerita perjalanan kami kali ini?

Berikut saya ceritakan dari awal keberangkatan sampai pulang balik ke rumah di hari yang sama.


Kami berangkat dari rumah jam 5 pagi dan sampai di bandara jam 5.30 an, suasana bandara terminal 3 cengkareng sudah mulai ramai.
Kami langsung menuju imigrasi yang saat itu tidak antri, kemudian jam 6 pagi panggilan boarding disiarkan.
Pesawat kami take off jam 6.30 pagi (seperti jam yang ditulis di tiket), padahal biasanya jam yang ditulis itu jam saat pesawat bergerak bukan take off...tampaknya proses boarding lancar dan antrian take off nya juga lancar.
Kamipun mendarat di KL 30 menit lebih awal dari skedul...he..he..baru kali ini mengalami penerbangan yang lebih awal sampai setengah jam.

Setelah mendarat dan melalui proses imigrasi kami menuju ke halte Skybus yang sudah kami pesan dari internet seharga RM 8.5 untuk menuju KL Sentral.
Saat kami tiba di halte, Skybus belum datang, malah yang sedang siap-siap berangkat adalah Aerobus yang juga melayani rute yang sama namun harganya lebih mahal sedikit yaitu RM 10. Skybus berangkat setiap 30 menit, jadi kita perlu menunggu bis ini maksimal 30 menit.

Kami menempuh perjalanan 1 jam 15 menit dari LCCT ke KL Sentral dan Skybus berhenti di lantai 1 KL Sentral.


KL Sentral
Merupakan terminal yang terintegrasi, merupakan terminal dari armada bus, kereta KTM komuter, LRT dan kereta KL Express/KL Transit yang melayani rute KL Sentral-KLIA.
Disini juga merupakan stop station no 11 dari KL Hop on Hop off Bus yang berlokasi di lantai 3 diseberang Hotel Hilton.
Di KL Sentral juga banyak terdapat restaurant dan juga berbagai macam toko sehingga kamipun makan siang disini.
Setelah makan siang di lantai 2 yang juga merupakan lantai dimana tiket office berada, kami menuju lantai 3 tempat stop station dari KL Hop on Hop off.


KL Hop on Hop off
Kami membeli tiket untuk 24 jam seharga RM 45 per orang dari supir saat naik bis ini di KL Sentral.
Harga tiket untuk 48 jam juga tersedia yaitu RM 79. Harga tiket untuk anak-anak lebih murah hampir 50% dan harga untuk warga Malaysia lebih murah lagi, tiket 24 jam seharga RM 19 dan tiket 48 jam seharga RM 32.
Rute bis Hop on Hop off adalah sebagai berikut yang mencakup hampir semua ikon wisata KL (kecuali Batu Cave) dan kita bisa mulai dari stop station mana saja, kami memulai dan mengakhirinya di stop station KL Sentral.
     1. Malaysia Tourism Center
     2. KL Tower
     3. KL City Walk
     4. KL Convention Center & Aquaria
     5. Karyaneka
     6. Bukit Bintang
     7. Tengkat Tong Shin
     8. China Town
     9. Central Market
    10. Little India
    11. KL Sentral (lantai 3, seberang Hotel Hilton)
    12. National Museum
    13. National Palace
    14. Lake Garden
    15. Bird Park
    16. National Mosque
    17. Dataran Merdeka
    18. Medan MARA
    19. Raja Laut
    20. Bulatan Pahang
    21. Titiwangsa
    22. Citibank
Dari ke 22 stop station yang kami lewati, kami hanya memilih 4 stop station untuk di eksplorasi yaitu no 12. National Musium atau Muzium Negara, no 13 National Palace, no 17 Dataran Merdeka dan no 4 KLCC. Awalnya kami merencakan berhenti juga di no 6 Bukit Bintang sebagai tempat terakhir untuk dieksplorasi pada trip kali ini, tapi karena hujan dan tidak ada rencana belanja maka kami memilih tidak turun dan hanya melewatinya saja.

Muzium Negara (National Museum)
Jl. Damansara, KL
Tiket masuk : Non Malaysia RM 5 dewasa, RM 2 anak 6-12 tahun dan gratis untuk anak dibawah 6 tahun. Penduduk Malaysia RM 2, orang tua RM 1, anak-anak dibawah 12 tahun dan pelajar berseragam gratis.
Jam buka : 8 pagi - 6 sore setiap hari kecuali hari pertama Idul Fitri dan hari Idul Adha
Musium ini diresmikan 6 tahun setelah Malaysia merdeka yaitu 31 Ogus 1967 (Ogos adalah bahasa melayu, artinya bulan Agustus).
Bentuk bangunan musium bercirikan istana Melayu tradisional negara bagian Terengganu.
Pada bangunan 3 lantai ini ditampilkan sejarah Malaysia. Di halaman di pamerkan kendaraan-kendaraan kuno mulai dari beca tarik, kereta, mobil kuno dan perahu kuno. Lalu di bagian dalam terdapat 4 galeri.
Galeri A. Sejarah Awal, menerangkan proses pembentukan bumi, evolusi alat-alat yang digunakan manusia. Artefak manusia perak, maksudnya manusia yang hidup di zaman perak, juga dipamerkan disini.
Galeri B. Kerajaan Kerajaan Melayu yang memfokuskan pameran tentang kerajaan Melayu di Melaka.
Galeri C. Era Kolonial tahun 1511-1945, mulai dari datangnya bangsa Portugis hingga pendudukan Jepang
Galeri D. Malaysia Kini, yang menggambarkan sejarah gerakan awal nasionalisme sampai mencapai kemerdekaan pada tahun 1957.


Istana Negara
Jl. Istana
Tiket masuk : tidak ada
Istana Negara merupakan kediaman resmi Raja. Pengunjung hanya bisa mengunjungi halaman depan istana dan berfoto dengan tentara berkuda.
Acara penggantian penjaga gerbang juga sempat kami lihat...protokolnya sederhana (beda dengan di Taipei yang diawali dengan atraksi baris berbaris dengan pedang, ceritanya bisa dibaca di blog ini yang berjudul Taipei), tapi disini saya suka dengan kuda-kuda yang digunakan tentara penjaga istana ini...kudanya tinggi, langsing, bulunya kinclong...gagah dan keren!

Dataran Merdeka
Tiket masuk : tidak ada
Dahulu lokasi ini merupakan kolonial distrik karena itu bangunan-bangunan di lokasi ini cantik, bergaya kolonial dengan nuansa Islami.
Lokasi ini juga saksi sejarah pertama kalinya bendera Malaya (Malaysia) dikibarkan, yaitu pada 31 Ogos (Agustus) 1957 saat hari kemerdekaan Malaysia.
Saat kami ke lokasi ini, tiang bendera setinggi 100 m dengan gagah mengibarkan bendera negara ini.
Arsitektur cantik gedung Sultan Abdul Samad yang saat ini digunakan sebagai kantor menteri komunikasi dan pariwisata, menggoda mata untuk terus memandangnya dan tanganpun berkali-kali menjeprat-jepret kamera ke arahnya.


KLCC
Jl. Ampang
Tiket masuk : tidak ada
Kami mampir ke gedung kembar, Twin Tower di KLCC. Tidak sah rasanya kalau belum memiliki foto di gedung ini, jadi papa yang belum punya foto disini harus berfoto.
Kami juga menyempatkan makan di food court KLCC, mengisi perut di sore hari...


Dari KLCC kami kembali naik Hop on Hop off bus, mengikuti sisa rute yang belum dilalui. Seperti cerita saya di depan, awalnya kami mau turun di Bukit Bintang untuk sekedar melihat-lihat, tapi karena hujan maka kami tidak turun dari bis dan menghabiskan sisa trip dengan melihat pemandangan dari balik jendela bus Hop on Hop off.
Perjalanan keliling kota KL kami akhiri pada jam 6 sore, ditandai dengan sampainya kami di KL Sentral.
Kami membeli sedikit kue di KL Sentral lalu kami menuju ke station KLIA Express.


Menuju KLIA, kita bisa menggunakan kereta KLIA Express atau KLIA Transit dari KL Sentral dan hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit.

KLIA Express (www.kliaekspres.com) adalah kereta non stop, sedangkan KLIA Transit berhenti di beberapa station.
Harga tiket sekali jalan KL Sentral ke KLIA RM 35 per orang, yang dapat dibeli online maupun di loket station.
Frekuensi kereta setiap 15 menit saat jam sibuk (6-9 pagi dan 4-10 malam) dan 20 menit pada jam tidak sibuk.
Dari KLIA, kereta pertama jam 5 pagi dan kereta terakhir jam 1 pagi.
Dari KL Sentral, kereta pertama 5 pagi dan kereta terakhir jam 00.30 pagi.
Satu kelebihan jika kita naik KLIA Express maupun Transit adalah kita bisa check in di KL Sentral dan bagasi bisa di drop disini, dengan catatan kita naik pesawat yang bekerjasama yaitu Malaysia Airline, Royal Brunei, Cathay Pacific, Emirates dan Etihad.

Kamipun melakukan konfirmasi ulang barcode boarding pass yang kami peroleh saat mobile check in, di counter Malaysia Airline di KL Sentral sebelum naik KLIA Express.
Kami memilih bangku agak belakang no 24 a,b,c, selain katanya belakang lebih aman, kami juga pertimbangkan bangku yang letaknya 6-7 baris dari belakang ini supaya tidak jauh kalau ke toilet...sebab untuk jenis pesawat boing 737-800 yang bangkunya kanan 3 dan kiri 3, toilet depan hanya untuk kelas bisnis, jadi yang ekonomi di toilet belakang.
Saat saya melakukan mobile check in 46 jam sebelum keberangkatan, pilihan tempat duduk sudah mulai terisi banyak, padahal baru 2 jam waktu check in dimulai...jadi saya berkesimpulan penumpang pesawat Malaysia Airline kali ini dan mungkin juga yang lainnya, terbiasa check in via web maupun mobile.

Perjalanan pulang dengan Malaysia Airline menyenangkan, tempat duduk nyaman dan audio nya ok...suaranya jernih.
Waktu 2 jam berlalu cepat tak terasa dan jam 11 malam kami mendarat di kota tercinta, Jakarta!
...dan pada jam setengah satu pagi saya sudah merebahkan badan di kasur tercinta...mengumpulkan tenaga untuk kerja kembali di pagi hari.


Oleh Kumala Sukasari Budiyanto

1 komentar:

  1. Hebat Kum, berkat perencanaan yg matang, jadi Berhasil ... Berhasil (ky Dora)

    BalasHapus