Sabtu, 08 Juli 2017

Visitor Visa USA – Kamu Bisa Mendapatkannya Jika Pihak Kedutaan Yakin Kamu akan Pulang ke Indonesia

Judul ini adalah kesan saya saat saya dan juga pengalaman beberapa teman yang mengajukan visa kunjungan ke USA, visa yang terkenal paling sulit didapat. Walau niat hati kita pasti balik pulang ke Indonesia tapi jika dari kondisi kita mereka menilai ada kemungkinan tidak pulang ke negara asal, Indonesia, maka tidak diberikan.

Saya dan adik saya beruntung mendapatkannya karena walau kami single dan usia produktif yang layak dicurigai jadi calon imigran gelap. Tapi dari jawaban kami, syukurlah bisa meyakinkan miss bule yang mewawancara kami kalau saya memang hobi jalan-jalan dan adik saya adalah pendamping jalan-jalan saya yang tidak terpisahkan. Lalu saya memiliki pekerjaan tetap plus usaha kecil yang dijalankan oleh adik saya...yang syukurlah semua ini dinilai ngak layak akan kami tukar dengan status menjadi imigran gelap di USA dan visa kami disetujui. Hhmm, jangan sampai lah yah kalau USA ngak ada di list negara yang pernah dikunjungi oleh orang yang suka jalan-jalan ini he...he...

Proses aplikasi, seperti biasanya, saya paling suka melakukan proses visa sendiri tanpa bantuan biro jasa, selain lebih murah, saya suka pengalamannya.
Langkah pertama, isi form aplikasi online DS-160 dan caranya bisa dilihat di www.ustraveldocs.com/id/
Plilih bagian visa non imigran kemudian pilih "Cara Mengisi Form". Form bisa disimpan online selama 1 bulan artinya bisa edit-edit dulu sebelum di-submit online. Pilih tipe visitor visa B1/B2. Setelah form di-submit kita lakukan pembayaran. Caranya bisa dilihat di web diatas di bagian "Cara Pembayaran".  Saat itu ada pilihan setor tunai di bank CIMB Niaga artinya harus datang ke bank CIMB Niaga, lalu ada pilihan dengan EFT (electronic transfer fund). Saya pilih cara EFT dengan transfer via internet banking karena males kudu datang dan antri ke bank. EFT adalah tranfer antar bank (bisa internet banking maupun ke counter bank dimana kita buka rekening) dengan nomor virtual yang diberikan saat kita masuk ke web yang diinfokan pada menu cara pembayaran. Bank penerima transfer dengan cara EFT adalah Bank Amerika cabang Jakarta dan katanya tidak semua bank ada channel transfer antar bank ke bank ini. Saya melakukannya dengan transfer internet banking dari rekening Citibank saya dan berhasil. Untuk bukti bayarnya cukup diprint halaman konfirmasi dari internet banking.
Jika kita memilih cara EFT maka keesokan harinya baru dapat mengisi jadwal wawancara. Caranya baca di web tadi di bagian Janji Wawancara. Di menu ini kita diminta pilih B1 (bisnis), B2 (travel) atau B1/B2. Saya pilih B1/B2....he..he...ngarep bukan hanya akan jalan-jalan ke USA tapi juga bisa meeting atau training untuk urusan kantor. Saya memilih jadwal di hari libur lebaran terakhir dan berharap akan sepi dan juga supaya jatah cuti saya yang dipotong sebagai cuti bersama ngak sia-sia...ngak mau rugi he..he.., padahal malamnya saya baru balik liburan dari Lombok.

Hari H – Wawancara
Pagi saat bangun tidur, hujan deras banget. Wah...jangan sampai antri sambil ujan-ujanan nih. Tapi hari ini memang hari keberuntungan saya. Saat tiba jam 6.30 di kedutaan,  hujan hanya rintik dan sama sekali tidak ada antrian, saya langsung masuk gedung setelah barang bawaan saya dan juga appointment letter diperiksa satpam. Ya, hari itu Jumat 30 Juni adalah liburan lebaran terakhir. Mantap banget deh ngak ada acara berdiri disetrap dan juga prosesnya lumayan cepat. Kami dapat nomor urut 4. Petugas bagian depan, memeriksa dokumen seperti yang diinfokan saat booking jadwal wawancara yaitu form konfirmasi jadwal wawancara, paspor asli dan 1 foto ukuran 5x5 berlatar putih dan dicetak di kertas glossy. Lalu mengurutkannya. Kami menunggu sebentar dan tepat jam 7, loket sidik jari dibuka. Ada sedikit pertanyaan di loket ini seperti memastikan saya dan adik saya adalah saudara kandung sehingga kami bisa di-interview bareng. Dia juga minta paspor lama kalau mau disertakan. Setelah itu kami ke ruang tunggu wawancara lalu sekitar jam 7.40 loket wawacancara dibuka.
Nomor urut 1, anak muda visanya tidak disetujui, kemudian no 2 tante yang cenderung oma visanya disetujui cepat banget karena dia pernah dapat visa USA tapi belum pernah dipakai dan sekarang baru mau pergi jadi apply ulang. Lalu no 3 yang oma juga, hampir sama lamanya dengan kami wawancaranya dan dia visa juga disetujui.
Giliran kami diinterview bareng berdua, agak banyak juga yang ditanya tapi dokumen tidak dia lihat sama sekali padahal saya sudah bawa surat keterangan kerja, rekening 3 bulan plus deposito...yang dilihat cuma paspor dan surat komfirmasi penyerahan form aplikasi. Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang miss bule ajukan dengan lancarnya dalam bahasa Indonesia (no 1 sd 3 juga di-interview pakai bahasa Indonesia, sepertinya miss nya lagi suka ngomong indo he...he...) sampai akhirnya dia yakin memberikan visa kepada kami. Berikut pertanyaan yang ditanyakan dalam wawancara ngak sampai 10 menit.
  • Mau apa ke USA?
  • Berapa hari?
  • Pakai tour?
  • Rencana kemana saja di USA? (saya kasih unjuk itinerary yang saya buat dari balik kaca tapi dia tidak ambil dan baca dari dekat kertasnya...sepertinya sudah takjub dengar penjelasan saya he...he...)
  • Pernah ke Nz (karena dia lihat kertas print visa yang saya tempel)? 
  • Pernah ke Australia? (karena dia juga liat kertas print visa yang saya tempel di paspor...dan dalam hati saya ingat komentar teman saya saat saya trip terakhir ke Australia itu katanya saya numpang kencing doang karena cuma 3 malam disana ha...ha...)
  • Kapan waktu itu ke Kanada?
  • Saat ke Eropa ke kota apa aja?
  • Siapa yang akan bayar biaya untuk trip ke USA?
  • Kerja sebagai apa?
  • Berapa gajinya? (saya jawab tanpa bersuara deh dengan gerakan bibir dan tangan saja...sebab mikrofon nyaring banget, bisa satu ruangan dengar)
  • Kalian berdua kakak adik serumah?
  • Ayah dan ibu apa masih ada? Siapa yang jaga? 
  • Ada saudara lain di rumah?
  • Khusus adik saya ditanyain di negara-negara yang pernah kita pergi lihat apa aja karena semua pertanyaan diatas hampir semua saya yang jawab dengan mantap tanpa acara gugup he...he... Waktu saat pertama ditanya, di Kanada kemana aja...dia tiba-tiba blank he...he...saya nyeletuk deh sebut Banff National Park....ama miss bule dibilang jangan dibantu jawab....harusnya bilang lihat aurora yah, lebih mantap menunjukkan kami adalah traveller jadi suka yang unik. Setelah itu adik saya ditanya yang dilihat di negara lain bisa jawab tapi yah itu dia tahu ciri-ciri tapi tidak sebut nama tempatnya.
(Btw, jawaban saya tidak share semua yah di blog ini karena buat saya jawaban itu tergantung kondisi kita masing-masing dan tidak bisa disamakan).

Setelah itu kami diberikan kertas putih ukuran A4 yang berisi keterangan pengambilan paspor sambil miss bule nyampaikan selamat visa kami disetujui. Dan kami balas, terima kasih.. Saat itu baru jam 8 pagi, jadi saya di kedutaan cuma 1.5 jam saja.

Pengambilan Paspor di RPX
Kalau saat proses visa saya lancar jaya, tapi saat pengambilan saya kurang efisien. Pertama, saya nunggu-nunggu email pemberitahuan sampai hari kerja ke-3 belum ada juga. Atas saran teman saya, saya baru ingat bisa cek status di web. Saat dicek ditulis paspor ready to pick up. Saya cross cek lagi telepon ke customer service RPX dan ya benar sudah di mereka sejak hari kerja ke 2 sejak saya wawancara....wah cepat juga selesainya.
Kedua, untuk ambil paspor ternyata bisa diantar dan menurut teman saya aman karena mereka akan cari ybs atau kuasanya. Hhmm..mending begini lah yah lain kali.
Saya yang sudah terlanjur memilih mengambil sendiri di RPX, di hari kerja ke 5 pergi ke RPX saat jam istirahat kantor. Hhmm...ternyata RPX juga istirahat jam 12.00-12.40. Akhirnya saya berangkat dari kantor jam 12.20 dan karena tidak macet, urusan saya kelar cepat dan sudah sampai kantor lagi jam 13.15. RPX yang merupakan sister company-nya Fed-Ex, terletak tidak jauh dari samping gedung WTC dan kira-kira di seberang Sampoerna Strategic. Gedung rukonya sudah tua dan tampak sederhana, bangku tunggunya dari plastik dan box tempat menaruh amplop-amplop yang berisi paspor pakai keranjang plastik tapi walau sederhana mereka sistimnya lumayan ok, berkas mudah dilacak dan katanya mereka punya pesawat cargo sendiri loh...yang dipakai buat melayani Indonesia timur.
Setelah mendapatkan berkasnya, saya buka dan Yes, saya dan adik saya mendapat visa multiple 5 tahun kategori B1/B2! Lalu kapan ke USA nya? Hhmmm, nanti nyari tiket promo dulu...he...he...

Oleh, Kumala Sukasari Budiyanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar