Kamis, 03 Agustus 2017

Berdingin-dingin Ria di Negaranya Si “Gollum- Lord of The Ring” New Zealand - Bagian 2 Queenstown & Milford Sound

Hari ke 4
Pagi ini kami terbang ke Queenstown dan transit di Christchurch selama 30 menitan. Penerbangan terasa smooth walau pilot menginfokan angin sedang kencang, mungkin karena ini Air NZ yang memang menguasai wilayah. Pesawat terbangnya di bawah awan sehingga sepanjang perjalanan puas melihat pemandangan. Beruntung di kedua penerbangan ini dapat bangku satu di pinggir jendela dan satu lagi disebelahnya jadi bisa jeprat jepret.
Pemandangan saat mau mendarat di Queenstown wooowww banget. Pegunungan salju yang spektakuler menjadi pemandangan sejak 30 menit terbang.
Saat mau mendarat dan pilot bilang “landing position” masih juga yang tampak pegunungan salju. Hampir 10 menit seperti ini.
Cantik banget tapi saya jadi mikir....wah, dimana mendaratnya sih...gunung salju semua.
Hhmmm....ternyata dibalik gunung salju lah lokasi kota Queenstown. Lihat kontrasnya pemandangan bukit tanpa salju dihiasi sinar matahari bersebelahan dengan gunung bersalju.
Tuhan ajaib banget yah...bisa memberikan tempat untuk hidup dibalik tempat yang sulit untuk hidup. Queenstown juga ramai loh kotanya. Tampak banget ini kota wisata, banyak restaurant, toko-toko baju dan tentunya area permainan ekstrimnya yang terkenal.
Saya yang ngak suka permainan ekstrim, jadinya hari ini jalan-jalan menusuri danau Wakatipu.
Skyline Gondola
Kemudian kami jalan ke arah stasiun skyline gondola untuk melihat pemandangan kota Queenstown dari atas. Di station gondola bagian atas ada restaurant, toko souvenir.
Māori show (saya ngak jadi nonton karena show berikutnya yang ada kesorean) dan ada ludge, yah mirip mobil-mobilan dengan rute menurun arah ke stasiun bawah....seru sih kayaknya tapi saya pulang pergi naik gondola saja.
Kiwi Birthlife Park
Kami mampur kesini karena letaknya disebelah stasiun gondola bagian bawah. Agak mahal tiket masuknya tapi ini yah seperti sumbangan karena tempat ini tidak dibiayai pemerintah.
Melihat kiwi agak susah karena mereka hidupnya di area yang gelap. Kandangnya ampun deh gelap banget. Satu hal yang bikin tercengang telurnya...gede dan berat banget kira-kira 500 gram, spektakuler dibandingkan ukuran tubuhnya.
Di tempat pelestarian yang berdiri tahun 1986 ini bukan hanya melestarikan kiwi tapi juga flora dan fauna species burung NZ lainnya.
Setelah itu kami dinner di hotel tempat kami menginap, Novotel Queenstown Lakeside. Asyik diskon 50% seperti Novotel Wellington. Belum lagi tadi di-upgrade ke Mount View Room karena saya punya member Accor dan mungkin juga karena yang standar lagi habis kali yah....tapi apapun alasannya mantap deh karena saya juga 1 malamnya pakai jatah free night membership dan yang 1 malamnya lagi saya beli saat ada promo.

Hari ke 5
Tujuan utama hari ini adalah Milford Sound atau dalam bahaa Màori nya Piopiotahi (he..he..kalau 4 huruf terakhir dalam bahasa Indonesia artinya...., tapi ini bukan bahasa Indonesia yah, jadi beda artinya.
Saya ikut day tour dari Grayline yang saya book jauh-jauh hari sebelumnya. Agak mahal tapi sepadan dengan yang kita dapatkan.
Pagi sebelum jam penjemputan, jam 6.45 kami jalan ke Athol Street, sekitar 300m dari hotel. Suasana masih gelap dan dingin. Di halte untungnya sudah ada orang yang juga sedang menunggu bis kalau ngak sedep juga sih...walau sebetulnya tampak aman.
Di halte ini ada tour lain juga dengan tujuan sama yang pick up customer-nya. Rombongan saya hanya kami yang dijemput disini, setelah itu bis menjemput beberapa orang.
Jarak dari Queenstown ke Milford Sound Cruise terminal 300 km an. Perjalanan kami 2 jam pertama ditemani gelapnya langit...ya, seperti yang guide/driver bilang kalau perjalanan kita diawali dengan suasana yang gelap...he..he..cocok buat judul film “driving in the dark” he...he...
Sekitar 2.5 jam an, kami tiba di kota Te Anau dan berhenti disini 30 menit untuk beli makanan dan ke toilet. Saya juga take away beberapa makanan untuk lunch karena saya pesan tour nya tidak termasuk makan di kapal.
Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Fiordland National Park dimana Milford Sound berada dan kami sempat stop sebentar untuk berfoto.
Setelah memasuki area National Park, kami stop di beberapa tempat.
Mirror Lake dan kami ngak berhasil mengambil foto yang ok. Lalu kami melanjutkan perjalanan dan stop sebentar dan berfoto disini.
Lanjut kami ke Chasm Waterfall, kita jalan kaki sekitar 15 menit.
Perjalanan berlanjut dan kami melewati pemandangan yang semuanya indah....
Setelah itu kita melewati Homer Tunnel, terowongan yang menembus Mount Darran yang menghubungkan kpta Te Anau dan wilayah Milford. Tunel sepanjang 1.3km ini dilengkapi sensor otomatis yang menunjukkan kapan mobil kita boleh masuk terowongan.
Jika masih ada mobil arah berlawanan di dalam terowongan, kita ngak boleh masuk, lampunya merah dan ada petunjuk kapan estimasi kita harus menunggu...canggih dan ngak perlu petugas yang jaga apalagi “pak ogah”. Tunnel ini hanya dibuka kalau ngak salah sampai jam 8 malam dan jalanan ke Milford Sound, infonya kalau salju lagi tebal juga ditutup.
Selanjutnya kami naik kapal dan cruise selama 1 jam 45 menit menyusuri Milford Sound. Sesampainya di kapal saya minum kopi teh yang gratis plus makan bekal yang saya beli tadi. Setelah itu angin-anginan diatas dek kapal dan puas mengambil foto-foto di Milford Sound yang merupakan satu-satunya milford yang ada akses jalan.
Dulunya ini tempat bermain suku Máori dan Captain Cook sempat ragu masuk milford ini yang sempit. Bangsa eropa mulai mengenal milford ini setelah Kapten John Grano pada tahun 1812 kesini. Kami melewati beberapa tempat sepanjang 13km sampai ke ujung milford yang merupakan Laut Tasman.
Di Fairy Falls kapal beraksi mengarahkan ujung kapal ke pancuran air terjun dan yang mau basah-basahan bisa ke area depan he..he... di falls ini juga kebetulan lagi ada pelangi...cantik ujung pelangi menyentuh ujung air terjun.
Kami beruntung hari ini sama sekali ngak hujan air maupun salju karena tempat ini bagusnya seperti saat hari ini, hanya ada sisa-sisa salju di puncak gunung dan langit cerah. Hanya angin saja yang sedikit kencang dan suhu yang tentunya lumayan dingin karena sedang winter.
Di sini juga kami melihat Seal NZ yang lagi bobo pulas dan cuek banget ada kapal yang mendekat.
Selesai cruise kami naik bis balik ke pulang, melewati jalan yang sama. Saat menunggu giliran masuk tunnel bunyi seperti ada yang ketok-ketok. Ternyata ada burung Kea, burung khas NZ yang katanya cerdas.
Pemandangan bagian ujung gunung batu bersalju dan sejenis tanaman rumput yang cerah tanpa salju menarik perhatian saya.
Kok bisa yah berbatasan langsung beda gini....kenapa yah...ahh ini bagaikan orang yang pikiran batu lebih sulit menyelesaikan sesuatu bagaikan batu gunung ini yang lebih sulit mencairkan salju daripada tumbuhan yang ada kemampuan untuk bertumbuh/berubah.
Dalam perjalanan balik kami sempat mengambil beberapa foto juga dari dalam bis diantaranya Lake Te Anau. He..he...kami kan sengaja duduk paling depan jadi bisa asik men-zoom kamera dan jepret-jepret jalanan yang bis kami lewati.
Kami sampai hotel jam 7 malam dan again makan malam di hotel karena selain enak makanannya juga ada diskon member 50%.

Oleh Kumala Sukasari Budiyanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar