Senin, 28 Desember 2015

Eropa Trip, Jerman & Swiss - Bagian 2 Berlin, Kota yang Tidak Melupakan Sejarah

Saat tiba di Berlin jam 10 pagi, saya langsung membeli Berlin Welcome Card dan langsung saya pakai naik TXL Bus yang rutenya airport-haufbanhof (hbf/statiun kereta utama) alexanderplaz. Saya turun di hbf  dan hotel tempat menginap saya Ibis Berlin Haufbanhof hanya beberapa langkah saja letaknya di seberang hbf.
Saat sampai kamar...itu tempat tidur sangat mengundang...rasanya jadi ngantuk banget dan karena didukung boleh early check in karena ada membership membuat saya beneran tidur seharian, awalnya mau tidur 3 jam aja tapi bablas ampe malam dan lanjut paginya....badan pun jadi kelebihan tenaga ha..ha...
Hhmm...saya memang rada kebiasaan sih kalau hari pertama trip suka males-malesan ha..ha..

Day 1, Schloss Sansauci,Postdam-Branderburgertor-Checkpoint Charlie-Postdamerplaz
Schloss Sansauci, Postdam
Postdam adalah kota kecil tidak jauh dari Berlin, hanya 30 menit naik kereta dari Berlin dan merupakan kota bersejarah karena merupakan pusatnya kerajaan Prusia, kerajaam yang berkuasa sampai abad 18 sebelum masuk ke zaman pemerintahan baru.
Di kota Postdam terdapat istana (schloss) Sansauci yang terkenal. Bagian luarnya ada taman cantik dan istana terletak diatasnya dengan pemandangan banyak anak tangga. Untuk masuk ke dalamnya bisa ikut tour....ini agak antik tournya pakai audio guide aja tapi masuknya harus dalam rombongan yang terjadwal.
Bagian dalam istana walau tidak seluas dan sekeren Winsor Castle di Inggris, istana ini cantik juga, penuh lukisan dan interiornya berkelas dan kreatif...katanya Rajanya, Raja William memang katanya artistik. Saya suka ruangan dengan tema taman.

Branderburger Tor
Gerbang tanda perdamaian pada masa zaman kerajaan Prusia ini terletak di pusat kota Berlin. Yang dilakukan disini hanyalah berfoto ria.

Checkpoint Charlie
Disini letak perbatasan Jerman Barat yang dikuasai Amerika dan Jerman Timur yang dikuasai Rusia. Checkpoint Charlie sendiri merupaka kode pos C (charlie) dari pos Amerika. Disini kita bisa berfoto dengan orang berpakaian tentara dengan memakai bendera Amerika. Tidak jauh dari pos ini ada Checkpoint Charlie House dimana kita bisa membeli souvenir dan melihat keterangan sejarah.

Postdamer Plaz
Disini ada beberapa tempat makan tapi saya hanya berfoto ria saja dengan latar pohon natal yang tinggi.
Disini letaknya Sony Center. Saya kesini cuma karena penasaran dengan bentuk gedungnya yang miliki atap tinggi di bagian tengahnya.

Hari pertama saya agak kacau jadwalnya karena saya agak mabok dengan transportasi di Berlin, mungkin karena review saat buat itinerary kurang tapi memang di stasiun Fredriecstrasse bikin pusing karena kereta S7 walau sama-sama S Bahn, tidak terletak di satu lokasi dengan S-Bahn nomor lainnya. Belum lagi agak shock ada orang mabok masuk kereta. Ceritanya saya mau menghindari dia turun kereta...ehh dia ternyata turun juga di stasiun itu... Halah malah kereta berikutnya masih 5 menit lagi...untung aman ngak diganggu, dia cuma mabok sendiri aja.

Transport di kota Berlin ada S-bahn, U-bahn (underground), M (trem) dan Bus. Bus yang strategis adalah bus 100 dan 200 yang rutenya melewati Reichstag-Branderburgertor-Musium Insel-Alexanderplatz.
Naik transportasi di Berlin ngak perlu validasi hanya perlu saat pertama, setelah itu bablas masuk ke sumua pilihan transportasi, tidak ada mesin tiket.
Bisa ngak bayar donk...jangan dicoba yah karena akan ada petugas yang melakukan sampling pengecekan. Selama saya mondar mandir naik transportasi umum, hanya 1 kali ketemu petugas yang mengecek.
Ada satu hal yang unik dalam naik transportasi di Berlin. Makan dan minum ngak boleh di dalam kereta tapi bawa sepeda dan doggy boleh.

Hari pertama tiba sampai siang hari pertama jalan-jalan, saya juga mabok gas, karena lupa bilang yang still atau ohne Kohlensäure waktu beli air minum...kalau di Jerman kalau bilang beli air (wasser) harus dengan tambahan penjelasan ini, kalau tidak dikasih yang ada gasnya...seperti sprite tapi tawar dan gasnya ngak sekuat sprite. Andai sudah kebeli air ini dan tidak suka, buka saja botolnya atau taruh air di gelas semalaman, nanti gasnya hilang dan air kembali normal tapi ada rasa sedikit.
 
Day 2, Berlin Mauer-Reichstag-Musium Insel-Alexanderplaz-Kadewe
Hari ini rute transportasi sudah terasa lebih mudah karena sudah pengalaman di hari kemarinnya dan saya hari ini lebih banyak menggunakan bis 100 yang rutenya strategis.

Berliner Mauer
Saya naik trem M10 dari hbf ke tembok bekas tembok Berlin ini yang terletak di Bernauerstrasse Ragangan bekad tembok sepanjang 60m ini dipertahankan untuk menenang sejarah. Dari bekasnya tetlihat temboknya cukup tebal dan di lokasi juga ada beberapa keterangan tempat lainnya. Disini sebenarmya ada musium kecil tapi karena saya ngak punya cukup waktu maka saya hanya melihat bekas temboknya saja.
Btw kalau mau lihat tembok Berlin, selain disini ada juga East Side Galery di Mühlenstrasse.

Reichstag
Kunjungan ke Reichstag, gedung parlemen Jerman adalah tempat tang saya paling inginkan di trip ke Berlin ini. Beberapa bulan sebelumnya saya sudah booking via internet dan beberapa hari kemudian saya mendapat balasan undangan dan tertulis tidak menjamin bisa terlaksana jika ada tempat digunakan untuk sidang mendadak.
Saya memilih hari Sabtu jadi ada kunjungan siang kalau hari biasa hanya bisa malam. Peserta yang ikut tour keliling gedung parlemen ini cukup banyak dan kami dibagi beberapa group dan group saya yang pakai bahasa Inggris...kalau bahasa Jerman saya masih banyak gelapnya, nonton kartun anak-anak aja masih baru bisa sepertiganya ha..ha..
Di rombongan tour keliling gedung parlemen, saya serombongan dengan turis dari Israel dan Inggris...asli saya seperti kurkaci karena yang lain tinggi-tinggi.
Kami diajak keliling mulai dari pintu masuk sampai atau kacanya. Dari luar bangunan ini tampak seperti bangunan kuno tapi dalamnya modern tapi ada sentuhan sejarahnya. Saya suka dinding yang bekas runtuhan saat di bom tapi di modifikasi (tidak dihancurkan) menjadi artistik. Kaligrafi tulisan juga ngak dihapus tapi tampaknya diubah warnanya... Suasana gedung bagian dalam terasa tampak modern, jauh beda dengan bagian depan gedung yang klasik banget. Jadi tampaknya konsep pemnbangunan bagian dalam dibangun baru di dalam rangka dan dinding luar gedung bergaya lama. Inilah yang membuat saya lebih yakin menjuluki kota Berlin adalah kora yang tidak melupakan sejarah. Tapi mungkin bukan Berlin saja tapi semua kota di Jerman karena infonya banyak gedung-gedung yang di bom saat perang dunia ke 2 dibangun lagi utuh seperti aslinya.
Masih lanjut cerita keliling Reichstag... Kesempatan masuk gedung sidang adalah pengalaman yang paling berharga...secara masuk gedung DPR/MPR negara sendiri aja belum pernah ha...ha..
Yang menarik bangkunya tegak...asli bakalan anti ngantuk..layak dicontoh. Warna nya ungu dan ini ada ceritanya. Awalnya bangku abu-abu tapi katena anggota parlemen sering pakai jas abu-abu dan rambutnya juga banyak yang memutih sehingga rambut juga tampak abu-abu, maka digantilah warnanya menjadi ungu.
Anggota parlemen Jerman katanya tidak ada batasan umur. Saat ini range umur anggota parlemen 28-80 tahun.
Setelah itu kami diajak keliling ke ruang perpustakaan dan diajak berdiri di balkonnya yang bisa melihat Sungai Sprei dan pemandangan kota.
Terakhir naik ke Dome kaca seberat 1000 ton dan disini benar-benar puas bisa melihat seluruh kota. Dome kaca ini bukan hanya hiasan dan bisa buat jalan-jalan keliling liat pemandangan tapi juga untuk penerangan dan air hujan yang jatuh di dome ini disaring untuk kebutuhan air gedung ini.
Setelah puas keliling Reichstag, saya makan di restaurant di seberang jalam samping Reistag...enak juga makanannya.

Musium Insel
Saya naik bus 100 ke Musium Insel, lalu ikut boat tour. Boatnya mengelilingi sungai Sprei dan hampir sumua ikon kota Berlin terlihat. Duduknya antik pakai bangku plastik tapi ternyata ok, ngak bergeser sedikitpun bangkunya.
Di Musium Insel ada 4 musium, yang paling ok Pergamon, tapi karena masuknya ribet, jaket segala disuruh tinggal dan area musium lagi renovasi, jadinya saya batalkan masuk.
Pada masa perang dunia kedua, musium ini juga kena bom. Bagaimana nasib koleksinya? Aman, ternyata saat masa perang musium ditutup dan barang-barangnya disimpan di tempat yang aman. Lalu setelah perang barulah bangunan dibangun kembali, cukup lama katanya untuk barang-barang ini bisa tampil kembali.

Alexanderplaz
Saat saya ke tempat ini, pasar natalnya ramai, kiosnya banyak. Wilayah yang dulunya termasuk wilayah Jerman Timur ini, saat ini adalah pusat perbelanjaan dan ada jam dunia "Weitzeituhr"...bentuk jamnya sederhana tapi antik aja menampilkan semua jam di dunia.

Kadewe
Adalah shopping mall seperti di Harrods London tapi barang yang dijual masih lebih banyak tang terjangkau harganya...tapi saya ngak belanja juga sih disana he..he.. Makin sering jalan-jalan selera belanja saya makin hilang. Sampai hari ini baru beli 1 buku dan 1 pulpen.

Day 3, otw Zürich
Pagi-pagi saya naik kereta lanjut ke Zurich, Swiss. Rutenya Berlin-Basel-Zurich dan kereta Berlin-Basel harusnya ICE tapi kecewa deh diganti IC, kurang keren dah he...he... Tapi masih ok sih cuma lebih lama 10 menit aja. Smoga trip Zurich-Muenster-Amsterdam ICE nya sesuai skedul.
Dalam trip kereta Berlin ke Basel, saya ketemu doggy lagi naik kereta...1st class loh naiknya....doggy bulu putih keriting, lucu dia ha..ha..

Oleh Kumala Sukasari Budiyanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar