Senin, 28 Desember 2015

Eropa Trip, Jerman & Swiss -Bagian 5 Transit 8 Jam di Amsterdam

Hari ini adalah hari terakhir liburan kali ini. Pagi jam 8 kami naik kereta dari Muenster. Keretanya kosong banget karena haru itu hari Natal. Di kereta ini ada orang antik yang nekat ngak beli karcis, dia dengan bahasa inggris yang ndak fasih dan tebakan saya dia minta tukaran tempat duduk ama saya...saya bilang aja "can not, my ticket already validited" dan dia kabur lagi ke belakang (gerbong saya gerbong paling depan yang satu gerbong dengan masinis).....tiket di kereta ini memang paling ketat karena ada validasi kartu kredit, sebelumnya belum pernah...atau mungkin juga petuganya memang lagi nyari nih orang...kereta ini tujuan Wina dan bisa jadi nih orang mungkin mau ke negara lain....ngak lama saya dengar dari arah WC  petugas nangkep dia.
Setelah 1 jam naik kereta ini kami berganti kereta di Duisburg lalu setelah 1.5 jam ganti lagi di Ultrech yang sudah termasuk wilayah Belanda dan jam 11.40 tibalah kami di Schipol Airport, Amsterdam.
Kami langsung cari tempat check in lalu lanjut ke check in baggage...KLM canggih nih, semuanya dilakukan kita sendiri di mesin.
Kami lalu isi perut dulu di Terrace Cafe dengan pemandangan pesawat-pesawat yang parkir. Setelah itu kami balik ke arah Schipol Plaza dimana titik tengah antara airport, train dan toko-toko.
Kami beli tiket kereta di mesin untuk airport-amsterdam central return, bayarnya kalau mau cash harus dengan coin, jadinya saya pakai kartu kredit deh bayarnya karena koinnya kurang banyak. Perjalanan dari airport ke Amsterdam Centraal sekitar 20 menit naik kereta. Sesampainya di Centraal saya langsung cari hop hop...tadinya mau combine bus dan canal bus tapi keliling naik canal bus sudah cukup juga buat saya liat kota ini.
Selama keliling kanal, saya hanya stop di museum quater yang ada tuIisan "I Amsterdam", lalu dengan kapal melewati beberapa kanal, ada kanal tertua, kanal tersempit dan beberapa obyek yaitu jembatan Skinny (Magere Burg) yang terkenal, gedungnya Heinaken, City Hall dan tentunya rumah-rumah penduduk dan toko yang tidak lebar tapi bertingkat 3 sampai 4 dengan desain jendela yang makin kecil untuk lantai yang lebih atas sehingga memberi kesan luas.
Pengalaman naik kanal boat bus tidak boleh dilewatkan karena kanal Amsterdam yang mendapat julukan Venesia dari Utara ini, memiliki kanal yang antik yang dibangun sejak abad ke 17, kanal-kanal tersebut kalau dilihat dari udara berbentuk setengah lingkaran yang selain berfungsi mengendalikan air juga sebagai sarana transportasi.

Saya mendapat kesan tersendiri dengan orang-orang Amsterdam, mereka lebih terlihat welcome dengan orang Asia daripada bule-bule lainnya yang pernah saya temui di negara lainnya...mungkin karena mantan penjajahnya ha...ha... Mereka yang kerja berhubungan dengan turis juga banyak yang bisa bahasa Indonesia...petugas imigrasi aja ramah banget ucapin selamat pagi...salah sih harusnya selamat sore, tapi at least dia udah usaha... Kata teman saya orang Amsterdam juga yang jago bahasa Jerman...jadi disini ati-ati yah jangan ngomongin orang sembarangan.
Sepeda juga tampak dimana-mana tapi mereka orang Amsterdam mirip dengan orang mantan jajahannya, kurang tertib dalam berlalu lintas, yang nyerobot lampu merah lumayan banyak.
Suasana natal disini saya rasakan tidak sekental di Jerman dan Swiss...hhmm atau saya yang kurang hunting tempat-tempatnya.tapi sih pelayan toko pada ucapin Mery Xmas.
Waktu 8 jam transit ini menjadi sangat berharga karena saya biasa lihat-lihat kota Amsterdam.

Belanja makanan juga saya lakukan disini, di supermarket Heijn di Schiphol Plaza...Cuma beli sedikit coklat dan stroopwafles, agak bikin ribet juga pas transit di KL...enakan kan jalan bawa 1  tas doang tanpa 1 plastik, tapi ngak kebayang kalau belanja makanannya di Swiss atau Jerman...diupahin juga ogah, prinsipnya itu koper ngak boleh berkembang, barang yang diisi harus sama dengan barang yang keluar...yang saya cari dalam jalan-jalan adalah merasakan kehidupan masyarakat lokal dan menikmati pemandangan, bukan shopping apalagi disuruh ngejar oleh-oleh. Saya suka banget kalau mau jalan-jalan ada teman yang bilang "have a nice holiday" seperti kebiasaan orang bule, bukan bilang "jangan lupa oleh-olehnya" atau "nitip ....".

Pesawat kami KLM, seperti berangkatnya transit di KL. KLM cerdik lakukan ini karena penumpang Jakarta-Amsterdam sangat sedikit tapi ke KL banyak, jadinya Jakarta-KL mereka terima penumpang rute pendek ini dan penumpangnya banyak karena harga tiketnya ngak mahal.

Demikianlah akhir cerita jalan-jalan 10 hari, 8 malam tanggal 16-26 Des 2015, di sebagian benua Eropa kali ini, puas melihat pasar natal di Jerman dan Swiss, sementara salju baru merasakan yang di gunung...untung masih lembut karena belum lama saya datang habis turun salju tapi merasakan yang alami menetes langsung dari langit belum kesampaian...kapan-kapan hunting lagi deh.

Oleh Kumala Sukasari Budiyanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar