Senin, 28 Desember 2015

Eropa Trip, Jerman & Swiss - Bagian 3 Zürich, Lucerne, Titlis

OPerjalanan saya dari Berlin ke Zürich diwarnai oleh salah turun stasiun transit di Basel. Harusnya saya turun di Basel SBB tapi saya turun di Basel Bad. Untung masih ada kereta lainnya 1 jam kemudian dan tidak dikenakan biaya tambahan.
Saat menunggu kereta yang ini juga hampir bablas karena kereta pindah dari Gleis (peron) 3 ke 2. Saya ngak berasa ada pengumuman atau yah kuping saya yang masih pangsit dengan bahasa jerman seperti logat bicara saya yang masih hancur sehingga orang jerman suka bengong kalau saya ajak bicara ha..ha... Tapi untungnya bp tua yang tugasnya ngantar barang ke gerbong restaurant kereta teriakin saya, sambil kasih isyarat dan bicara bahasa jerman yang saya ngak jelas apa maksudnya. Thanks deh ama bp ini...kalau ngak bablas dah.
Stasiun kereta ternyata bukan Basel saja yang harus kita hati-hati dimana ada Basel Bad (wilayah Jerman) dan Basel SBB (wilayah Swiss), stasiun dengan nama Rheine juga ada 2, Rheine dan Rheine Mesum. Jadi berikutnya saya harus bikin list down deh stasiun apa aja yang dilewati, apalagi trip berikutnya transitnya akan lebih banyak.
Setibanya di Zürich Main Station, saya langsung ke counter tiket SBB untuk validasi tiket 72 hours Zürich Card yang sudah saya beli online tapi ternyata ngak perlu.
Saya langsung naik Trem no 4 ke arah hotel Novotel City West. Transportasi umum di Swiss juga sama dengan Jerman, tidak ada pengecekan tiket saat naik dan turun tiket...pemeriksaan dilakukan petugas hanya secara sampling dan jika tertanggap tidak bayar tiket, di denda 100 CHF. Selama saya 3 malam di Zürich, saya membeli 72 hours Zürich Pass dan selama naik turun Trem ngak pernah kena sampling pemeriksaan tiket.
Hari pertama di Zürich praktis hanya menghabiskan sisa waktu di hotel. Hari berikutnyalah.penjelajahan dimulai.

Keliling Kota Zürich dengan "Guide Pribadi"
Jalan-jalan sambil ketemu teman lama punya keasyikan tersendiri, apalagi temannya bersedia ngantar jalan-jalan...praktis dijamin ngak nyasar karena dia "penguasa daerah" yang akan kita kelilingi.
Keliling kota Zürich, saya diantar teman sekantor saat di BIA, Iin. Kami lebih banyak jalan kaki dengan beberapa kali naik trem. Rute dimulai dari Zürich Main Station ke jalan Banhofstraße yang penuh dengan toko-toko, mulai high sampai midle branded. Ada yang ngak biasa dalam pandangan mata saya, toko branded yang high brand ngak sekeren di Jakarta, malah ada yang di dept store yang ngak segede Harrods, London dan Kadewe, Berlin. Tampaknya semua high brand berjajar bersaing di jalan ini. Middle brand juga banyak ditemui juga di jalan Bahnhofstraße ini. Toko coklat juga banyak ditemui di daerah ini.
Belum sampai ujung jalan Bahnhofstraße, kami naik trem dan turun di Bürkliplatz dimana terdapat Lake Zürich dengan pemandangan angsa dan burung putih di pingirnya dan pemandangan perumahan di seberang danau, perumahan mahal di Swiss yang mendapat julukan Gold Küste (Gold Coast).
Dari sini kami menyeberang jalan ke arah Altstadt (kota tua) nya Zürich. Tepat di seberang Bürkliplatz terdapat pasar natal dan saya mencoba maka Gluhwein, minuman khas natal yang rasanya antik wine tapi manis ada rasa rempah-rempah.
Di Altsatd banyak terdapat kios-kios yang menjual beberapa produk dan juga ada tempat makan. Kami mencoba makanan khas Swiss, Käse fondue di Restaurant Chuchi di Rosengässe 10, am Hirchenplaz. Potongan roti semi gandum yang agak keras dan dipotong kotak-kotak kecil dicelupkan makannya ke kuah keju panas yang dicampur sedikit wine. Agak antik rasanya dan membuat saya kenyang sampai malam hari ha...ha...
Setelah makan kami jalan ke arah Großmüenster, gereja protestan yang dibangun pada abad 12. Bagian dalam gereja tampak klasik tapi sederhana jika dibandingka gereja tua khatolik yang pernah saya lihat. Diseberang gereja ini terdapat gereja Fraumüenster Abbey dengan dibatasi sungai Limmat.
Kami lalu berjalan ke arah Rathaus (kantor pemerintah daerah) di jalan Turbinenstraße dan ngopi di Rathaus Cafe.
Dari sini kami lanjut jalan ke arah main station dengan melewati beberapa pasar natal kecil. Kami lihat penjual pohon natal asli dan juga panggung choir yang berbentuk pohon natal.
Perjalanan kami akhiri dengan melihat pasar natal di main station. Ada pohon natal klinclong dari swarorski yang terbuat dari 7.000 item swarorski.
Selama perjalanan kami banyak diterpa hujan gerimis, orang-orang swiss banyak yang cuek aja jalan dibawah hujan gerimis tanpa topi...kalau saya pakai tutupan kepala dari jaket saya aja. Tapi heran ngak pilek padahal hujan-hujanan. Kata teman saya juga begitu, mereka selama ini ngak ada yang pilek dan flu habis ujan-ujanan... Hhmm kesimpulan sementara saya berarti yang bikin pilek itu bakteri di udaranya.
Di Swiss udara memang enak, saya yang saat datang dari Jerman ada gejala batuk pilek, saat di Swiss langsung sembuh padahal vitamin yang diminum ngak berubah sejak pertama kali trip.
Di Zürich, doggy juga nemiliki kemanjaan yang sama di Jerman. Kali ini saya melihat pemandangan doggy shopping di Zara. Disini memang boleh bawa anjing kemana-mana tapi sang pemilk harus membersihkan kotoran jika anjingnya sampai buang kotoran...suatu pemandangan yang antik.

One Day Tour - Lucerne & Mount Titlis
Saya ikut tour Best of Switzerland www.switzerland-tours.ch untuk merasakan salju di Mount Titlis. Cuaca agak aneh, harusnya saat ini sudah sering turun salju tapi ini tidak...kata teman saya, sepertinya pohon natalnya kudu pakai kapas seperti di indo ha..ha... Karena salju ngak turun, mau tak mau saya cari ke gunung yang tinggi yaitu ke Mount Titlis.
Awalnya saya mau tidak ikut tour tapi karena ikut tour bisa lebih hemat waktu sehingga bisa mampir Lucerne, maka saya pilih ikut tour.
Tour berkumpul di terminal bus Pulo Gadung...salah...maksudnya Sihlquai Terminal, ngak jauh dari Hbf. Terminalnya ngak besar, rapih dan ada wc portable yang bersih bentuknya silinder dan bayar 1 CHF.
Peserta tour seperti biasanya dari aneka bangsa dan banyak yang non bule dan kelakuan seperti biasa...ada yang tukang jam karet, tukang serobot. Ada pula 1 opa dari amrik yang ditemani cucunya, nekat ke Titlis padahal jalannya sudah pakai walker. Kalau naik bus selalu bilang, "Yes, I can". Beruntung guide nya baik dan ternyata di Titlis ada sarana lift untuk yang ngak bisa naik tangga...tapi saat naik cable car yang step 1 tetep aja ngeri liat si opa karena kereta gantung kecil kan harus cepat naik turunnya. Kalau step 2 dan step 3 yang Rotair masih ok. Hhmmm...makin bikin saya yakin, harus jalan-jalan nya di kala muda!
Dalam perjalanan ke Lucerne kami melewati Albis Pass dan berhenti sebentar di Lion Monument yang didirikan untuk menenang tentara bayaran Swiss yang tewas saat melawan French King pada tahun 1793.
Sekitar 45 menit perjalanan, sampailah kami di Lucerne. Tipe kotanya mirip altstat nya Zürich, ada kota tua dengan jalanan berbatu yang dipisahkan sungai yang namanya Reuss dan juga memiliki danau yang namanya Lake Lucerne.
Angsa putih liar juga banyak disini seperti di Burkliplaz, Zürich.
Kami diberi waktu 1 jam an untuk keliling kota tua nya Lucerne dan setelah itu lanjut ke Engelberg....dalam perjalanan banyak pemandangan cantik.
Setelah satu jam perjalanan, sampailah di Engerberg dan langsung naik cable car 3 kali seperti yang saya ceritakan sebelumnya.
Di puncak teratas, ada satu gedung berlantai 5. Di lantai wiss dan lantai 5 adalah akses tempat main salju, kita bisa jalan-jalan di atas salju dan buat yang suka bisa juga naik flyer.
Pemandangan disini jadi antik karena ada salju tapi langit sangat cerah, suhu juga hangat untuk ukuran gunung salju, hanya 0 derajat. Saya pakai long john dan jaket light dowe kagak berasa kedinginan sama sekali, kaos tanganpun kadang saya lepas....he..he..udah berbakat jadi beruang kutub.
Bahkan saat kami pulang ada sunsetnya...lalu ngak lama lagi muncul bulan yang bulat sempurna...benar-benar antik.
Hhmm...akhirnya saya berhasil memegang salju tapi belum berhasil merasakan hujan salju turun....alamat saya berburu lagi dah tahun-tahun berikutnya ha...ha...
Perjalanan balik ke Zürich selama 2 jam kurang tak terasa dan saya lanjut jalan-jalan sebentar di Bahnhofstraße yang gemerlap cahaya.
Dua hari pengalaman di Swiss, saya menemukan pramuniaga disini ramah banget tapi suka ngobrol lama saat melayani customer kalau ada temannya yang interrup...mungkin penting sih...bahasa Jerman saya masih pangsit sih dan mungkin juga mereka bukan bicara bahasa Jerman karena di Swiss ada 4 bahasa.
Disini juga ada wajib militer seperti di Singapore. Lalu wilayah-wilayahnya dibagi-bagi dengan nama Kanton. Transportasi umum disini memadai, untuk dalam kota ada Trem atau bis. Di Zürich transport dalam kotanya adalah Trem.
Oh ya, belum cerita produk khas Swiss. Selain coklat, jam kukkuk layak dibeli. Saya aewalnya ngak mau beli tapi pas di Lucerne, itu jam serasa memanggil minta dibeli ha..ha..saya beli yang terkecil karena mau naik turun kereta maka tas ngak boleh berat-berat biar nyaman jalan-jalannya ha..ha.. Harga jam kukkuk bervariasi antara 65-300 CHF.
Hari ini malam terakhir di Swiss, besoknya berankat balik ke Jerman, tapi ke kota lainnya dimana ada teman saya tinggal, Muenster yang merupakan Bicyle City nya Jerman (ceritanya lihat di artikel berikutnya).

Oleh, Kumala Sukasari Budiyanto

1 komentar: