Rabu, 04 April 2018

Zhangjiajie, Sumber Inspirasi Lukisan Pemandangan Klasik China

Pada liburan singkat kami di akhir Maret 2018 ini, kami memilih ke Zhangjiajie, kota yang memiliki pemandangan alam bebatuan karst cantik seperti pada lukisan-lukisan klasik China.

Hari ke 1 – Menginjakkan Kaki di 3 Negara dalam Sehari
Pagi hari setelah ngafe di  Starbuck bandara, jam 11 siang pesawat kami terbang menuju Singapore sebelum menuju Guangzhou. Kali ini kami gratis naik SQ bermodalkan point reward yang saya kumpulkan bertahun-tahun dari kartu kredit plus miles dari penerbangan dengan SQ sebelumnya.
Setibanya di Singapore, saya ke counter Changi Free Tour dan seperti pengalaman sebelumnya....sudah habis. Jadilah kami memilih naik MRT ke Sentosa. Kami makan siang disini dan berfoto di area sekitar Vivo City tapi ngak masuk ke area Sentosa. Yah saya kangen aja menghirup udara Singapore jadi dibela-belain naik MRT  pp perlu waktu 2 jam hanya untuk main di Sentosa selama 1 jam saja.
Sampai balik di changi, saya mengambil voucher transit sebesar Sin$ 20 per orang. Kami berdua jadi dapat Sin$ 40, dan lumayan banget kami gunakan untuk membeli 2 botol vitamin di Watson.
Jam 8 malam pesawat kami tepat waktu terbang ke Guangzhou dan tepat jam 00 pesawat menepakkan rodanya di landasan Baiyun Airport Guangzhou. Wow... beneran 3 negara dalam sehari! Rekor pengalaman pertama buat kami.
Setelah itu kami menuju hotel Pullman Baiyun Airport yang terletak diseberang bandara. Agak mabok juga kami mencari arah ke hotel ini dan tidak semua orang tahu persis arah jalannya.

Hari ke 2 – Mendengar Suara Monyet di Zhangjiajie National Park
Hari ini kami melanjutkan perjalanan dari Guangzhou ke Zhangjiajie. Pagi jam 9.30 kami bergegas dari hotel Pulman Baiyun Airport yang letaknya diseberang hotel dan terhubung dengan menyeberangi jalan di depan Gate 13 dari area keberangkatan.
Bandara Guangzhou Baiyun lumayan luas dan lumayan banyak toko. Ada satu mesin penjual fresh jus otomatis yang kreatif dekat gate 207, kreatif dan harga masih ok, RMB 30.
Setelah terbang 1.5 jam dengan China Southern Airline, kami mendarat di Zhangjiajie Airport.
Bandaranya rapih dan tampak siap menerima turis yang datang. Pemandangan poster bergambar batuan-batuan di Zhangjiajie National Park tertampang dimana-mana.
Guide kami, Lily menjemput kami di bandara dengan mobil Ford kecilnya yang nyaman.
Trip ke Zhangjiajie ini, saya yang umumnya suka jalan sendiri, memutuskan menggunakan private tour  karena saat mempelajari lokasi, agak mabok untuk nekat tanpa guide, apalagi trip saya ini “kejar tayang” (cuma cuti 1.5 hari dan total waktu trip dari Jakarta sd balik hanya empat seperempat hari). Zhangjiajie National Park (di distrik Wulingyuan yang dapat ditempuh selama 1.5 jam berkendara dari Zhangjiajie City) dan Tianmen Mountain (di kota Zhangjiajie City, dekat bandara) yang menjadi tujuan kami ini terlalu besar dan tidak banyak orang disana yang bisa berbahasa inggris. Jadi saya menggunakan private tour dari Western Hunan (Zhangjiajie) China International Travel Service www.china-zjj.cn
Sepanjang perjalanan dari airport ke Wulingyuan, kami melewati Zhangjiajie City yang tidak ramai tapi tampak modern. Jalan tol dari City ke Wulingyuan dimana Zhangjiajie National Park berada juga tampak rapih dan modern. Pupus sudah dugaan saya kalau disini masih desa. Disini sudah modern dan menjadi tempat wisata favoritnya orang-orang China dari berbagai kota. Wisatawan mancanegara juga ada tapi tidak terlalu banyak.
Kami sampai di hotel hampir jam 3 sore lalu kami lanjut melihat spot pertama di Zhangjiajie National Park yang letaknya tidak terlalu jauh yaitu Golden Whip Brook.
Disini banyak anak buahnya “Sun Go Kong” dan kami berhasil berfoto dengan salah satu dari mereka yang lagi asyik bersantai.
Kami lanjut ke area yang lebih dalam dan ketemu beberapa monyet yang suka bersuara uuuuu...uuuuuu
Baru kali ini loh saya mendengar suara monyet he...he...
Kami berjalan ke arah baliknya lalu berfoto dengan latar sungai kecil dangkal yang airnya bersih banget.
Pada jam 7.30 malam kami menonton Charming Show. Ramai banget pengunjungnya. Sepertinya ada kali 1000 orang dan mungkin semua turis hari itu ngumpul semua disana. Pertunjukannya bagus sekali dengan teknik panggung yang modern dan atraksi akrobatnya woww banget. Pertunjukan yang dikemas dengan menggambarkan budaya suku-suku di Hunan. Yang paling lucu gaya memikat pria suku Yao yang menggunakan atraksi tari, menyanyi dan memanjat yang dalam ayraksi ditampilkan atraksi akrobat berjalan dengan tangga bambu, lalu gadis suku Tujia dan Miao yang menangis selama sebulan sebelum menikah. Katanya sih sedih karena harus berpisah dengan keluarga.
Setelah 1.5 jam pertunjukan di dalam ruangan. Pertunjukan berlanjut di depan selama 30 menit. Hu hu agak ngeri juga jalan cepat-cepat untuk berebut duduk di tangga bareng turis lokal yang jago nyerobot ha..ha... pertujukannya kali ini menurut saya pakai kekuatan gaib, ada pria yang sanggup tiduran sambik menyanggah 3 balok plus 5 orang berdiri diatas badannya. Lalu ada yang tidak luka tangannya dikenai api plus mulutnya yang menyembur-nyemburkan api.
Setelah selesai kami balik ke hotel tempat kami menginap, Pullman Zhangjiajie yang letaknya disebelah theater ini.

Hari ke 3 – Hari Bersama Anak-anak Tangga di Zhangjiajie National Park
Hari ini kami berangkat jam 9 ke Zhangjiajie National Park dan balik hotel jam 3 sore.
Kami menggunakan tiket masuk yang sama dengan tiket yang kemarin. Tiket agak mahal RMB 245 tapi bisa untuk 4 hari dengan fasilitas bus gratis selama di dalam area Zhangjiajie National Park (tapi tidak termasuk tiket Bailong Elevator dan cabelcar).
Rute pertama adalah Bailong Elevator. Beruntung kami datang pagi sehingga ngak antri padahal hari minggu. Dari bawah tampak gile banget....lift ditepi tebing. Membuat lift yang diresmikan tahun 2002 ini pasti susah tapi saat naik elevator tertinggi di dinia ini saya ngak berasa takut dan rasanya cepat pula....dalam 1.5 menit lift menempuh 326m sampai di puncak. Naik lift ini kita perlu membeli tiket seharga RMB 72.
Kami lalu berjalan dan naik bis menuju area Yuanjiajie. Kami lalu berjalan dengan melewati beberapa anak tangga naik dan turun.
Disini ada beberapa spot Enchanting Terrace, lalu batu yang terkenal disebut Avatar karena menginspirasi Avatar Halleluyah, pulau terapung pada film Pandora karya James Cameron.
Spot berikutnya adalah Greatest Natural Bridge. Selama berjalan di area Yuanjiajie, pemandangan batuan banyak yang kuncupnya tampak agak membulat dan diatasnya tumbuh pohon.
Masih ditemani jalanan anak tangga dimana-mana kami menuju area Tianzi Mountain  yang batuannya ujungnya tampak agak lancip dengan aneka bentuk. Area pertama yang kami tuju adalah Helong Park dimana ada patung tokoh wilayah.
Lalu ke area dengan batuan yang dinamai Fairy Maiden. Bentuknya lancip-lancip kecil dan berbentuk unik seperti 2 batu yang berbentuk seperti orang berhadapan. Disini ada tempat penyewaan baju khas Tusia, suku di Zhanjiajie. Harga sewanya RMB 20 dan jika berfoto dengan fotografer disana harga fotonya tergantung beberapa ukuran. Dari beberapa foto yang dijepret kami membeli ukuran jumbo 4 foto seharga RMB 100.
Setelah puas foto, kami harus berjuang naik beberapa anak tangga lagi, naik bis lalu menaiki anak tangga lagi menuju stasiun atas Tianzi Cable Car dengan harga tiket RMB 72. Perjalanan 5 menit dengan cable car memberikan sensasi melihat ketinggian dengan pemandangan tebing yang cantik.
Setelah itu kami naik bis 30 menitan menuju lokasi dimana tadi kami masuk pertama kalinya.
Kami balim hotel. Nyantai di hotel, menyimpan tenaga buat acara besok yang perlu tenaga plus harus bermalam di pesawat.

Hari ke 4 – Berdiri Manis 20 menit plus 10 menit diatas Tangga Jalan di Tianmen Mountain 
Pagi hari kami kembali ke Zhangjiajie City. Kami akan mengunjungi Tianmen Mountain sebelum kami balik ke Guangzhou di malam harinya.
Rute wisata dimulai dengan naik cable car ke puncak gunung yang stasiun awalnya berada di tengah kota sehingga cable car melintasi jalan raya. Cable car ini adalah cable car terpanjang di dunia dengan panjang 7455m.
Saat membeli tiket dan juga melewati pintu masuk, kita harus menunjukkan paspor dan untuk penduduk China menunjukkan KTP.
Kami mencapai puncak gunung dengan cable car selama 30 menit, lumayan curam pada titik ujungnya tapi saat di dalam cable car kondisinya stabil jadi tidak mengerikan.
Sesampainya di puncak, kami melewati jalan di pinggir tebing gunung yang namanya Tianmenshan Guigu Plank Road yang terletak di sisi tebing pada pada ketinggian 1400m.
Lalu kami lanjut jalan lagi dengan sedikit naik atau turun anak tangga (tidak sebanyak di Zhangjiajie National Park) sebelum sampai di Glass Road. Untuk melewati jalanan kaca di tepi tebing pada ketinggian 1430m sepanjang 60 m ini kita harus membungkus sepatu kita dengan sarung kain yang sudah disediakan,
tujuannya supaya kacanya tidak kotor dan juga biar tidak licin. Saat kami melewati jalanan ini, ada satu engko-engko dan satu opa-opa yang ketakutan jalan diatas kaca, mereka berdua jalan dipinggir sambil memegang tebing. Di ujung jalan ada kamera dan kita bisa mencetaknya dengan biaya RMB 20 per foto.
Di lokasi ini kita bisa melihat liak liuknya jalanan yang cantik dengan 99 tikungannya.
Disini kami juga melihat tempat yang pada 25 Sep 2011 pernah dipakai oleh Jeb Corliss untuk terjun dengan wingsuit, parasut yang dilengkapi kamera, terbang melewati Tianmen Cave. Saya pernah melihat filmnya di National Geografic TV, sangat menegangkan! Selain atraksi ini, pernah juga ada 3 pesawat nekat terbang melalui gua ini.
Kami lanjut berjalan menurun diatas jalanan yang terbuat dari kayu dengan beberapa anak tangga yang lumayan nyaman untuk dilalui.
Dari lokasi ini kita bisa melihat dari atas lubang Tianmen Cave atau yang terkenal disebut pintu surga yang tingginya 131.5m dan lebar 57m.
Setelah itu kami naik tangga jalan turun selama 20 menit!
Tangga jalan lumayan curam yang terbagi dalam beberapa bagian tapi terasa nyaman.
Setelah itu tibalah kami di mulut gua Tianmen Cave dan berfoto serta beristirahat sejenak disana.

Setelah itu untuk turun dari mulut gua sd bagian bawah, kita ada 2 pilihan naik tangga jalan turun ke bawah dan bayar RMB 32 (tiket seharga RMB 238 untuk sehari hanya untuk cable car + tangga jalan sd mulut gua + bis area di dekat anak tangga paling bawah di depan mulut gua sampai ke stasiun awal di kota) atau jalan menuruni 999 anak tangga. Wah...pengen ngerasain sih tapi besok mau kerja. Ya udah naik tangga jalan saja he...he... Kami sempat berfoto sebelum naik tangga jalan yang baru beroperasi satu atau dua tahun ini selama 10 menit dengan pemandangan para “pejuang tangguh” yang bukan hanya turun tapi juga menaiki tangga....ada yang tampak sudah oma-oma pula.
Sesampainya di bawah tangga kami berfoto lagi di depan Tianmen Cave dengan 999 anak tangga
Perjalanan belum selesai. Kami akan naik bis arah turun melewati tikungan curam sebanyak 99 tikungan. Seramkah? Ternyata tidak tuh...mungkin karena supir nya memang yang sudah terlatih sehingga kami merasa nyaman saja.
Kami beruntung tidak hujan selama 2 hari ini....ngak kebayang jika hujan seperti minggu lalu yang katanya hujan terus. Kami juga beruntung melewati rute seperti ini sehingga kami tidak terlalu banyak harus melalui naik anak tangga tapi menurun, jika mengambil arah sebaliknya, rute akan terasa lebih berat.  Perjalanan selama di Tianmen ini menurut saya jauh lebih ringan daripada petualangan di Zhangjiajie National Park yang anak tangga naik maupun turunnya banyak.
Dari tempat ini kami mampir makan siang di kota dan juga mampir ke supermarket sebelum ke balik ke bandara Zhangjiajie. Dari ruang tunggu di dalam bandara kita bisa melihat pemandangan Tianmen Mountain dengan cave nya.
Selesai sudah acara wisata kali ini. Selama perjalanan saya melihat China sudah keren, fasilitasnya sudah sangat baik dan modern, tidak kalah dengan negara maju yang pernah saya kunjungi. Wc bau pesing dan jorok juga tidak saya temui selama trip kali ini. Kekurangannya hanya sebagian warganya yang masih hobby berebutan alias nyelak dan engko-engko yang hobby mengeluarkan reak dengan kencang juga masih terlihat. Sampah di jalanan juga relatif tidak ada, apalagi di Zhangjiajie National Park dan Tianmen Shan sangaat bersih. Tempat sampah di Zhangjiajie National Park lucu loh ada topi caping-nya, sampai-sampai ada turis yang hampir saja mau berfoto menggunakan topi tempat sampah ini ha..ha..
Pesawat kami jam 8 malam berangkat dari Zhangjiajie ke Guangzhou. Jam 9.20 tepat pesawat mendarat tapi pesawat perlu waktu agak lama untuk parkir dan akhirnya parkir tanpa belalai dan kami harus naik bus tapi bagusnya langsung diantar ke area bagasi. Dari disini kami langsung ke area keberangkatan. Check in sampai imigrasi cukup lama, dan jam 00 barulah kami berhasil duduk manis di depan gate. Bandara Guangzhou memang sibuk sehingga antri imigrasinya agak heboh belum lagi ada serombongan orang entah dari negara mana yang kacau banget, seenaknya pindah jalur ke depan jika ketemu temannya dan daari mimik mukanya ngak yakin kalau takut ketinggalan pesawat.
Pesawat SQ Guangzhou ke Singapore yang kami naiki lumayan kosong jadi kami bisa pindah bangku lain yang lebih nyaman. Orang yang duduk di depan saya mendorong mundur bangkunya pool banget bikin ngak nyaman. Inilah hal paling menyebalkan naik pesawat kalau dapat yang di depannya begini.
Pesawat kami mendarat jam 5 pagi dan kami lanjut naik SQ ke Jakarta. Kami tiba di Jakarta jam 8.30 pagi, bandara lengang. Kami juga tidak lama menunggu bagasi dan antrian imigrasinya.

Oleh Kumala Budiyanto