Minggu, 29 Oktober 2023

Weekend-an di Singapore

Tak terasa sudah setahun tidak naik pesawat, kangen juga dan kami memilih ke Singapore saja...tapi kemana aja ya..., tempat-tempatnya sudah banyak yang pernah kami kunjungi.

Akhirnya setelah mencari-cari, saya menemukan atraksi baru yang belum saya lihat yaitu avatar  di Cloud Forest, street art di Chinatown dan Chijmes. Pilihan ke gereja juga kali ini ke GBI Singapore yang satu naungan dengan gereja saya (ehh kebetulan banget pembicaranya pak Niko dan ada acara pengurapan dengan minyak urapan, biasanya saya ke New Creation Church.

Cerita Hari Sabtu

Pesawat kami mendarat jam 2 sore. Kami naik SQ kelas bisnis lagi lalu kami ke hotel naik MRT, he..he..jomplang ya. Biarin dah yang penting happy, kangen sudah 4 tahun tidak naik MRT. Selanjutnya ke tempat-tempat yang kami hari ini kunjungi, kami naik MRT.

Chinatown

Pilihan kami disini makan dan mau foto dengan street art yang banyak tertampang di beberapa jalan di wilayah Chinatown.




Ada beberapa seniman yang menggoreskan karyanya di tembok-tembok area chinatown ini diantaranya yang terkenal adalah Yip Yew Chong.

Kali ini kami makan di Man Ting Fang di Pagoda Street. ada menu sup ikan unik tapi enak ada rasa lada yang kuat dan pakai cabai hijau. Porsinya gede pula.


Cloud Forest

Kami kesini mencoba naik mrt circle terbaru dan turun di Garden by the bay station. Ha ha ha jauh banget ternyata jalan dari sini ke Cloud Forest, sepertnya 2 km an...he..he..saya lupa cek jarak, maklum sudah lama tidak membuat itinerary.

Atraksi Cloud Forest yang bikin saya tertarik karena sekarang ada avatar nya. Walau malam juga menarik karena avatarnya berlampu.


Kamipun tak lupa membeli boneka avatar buat kenang-kenangan.

Kami juga sempat mampir ke Flower Dome tapi karena hari gelap, kurang ok jadinya.

Setelah selesai, balik hotel naik MRT Bayfront saja ahhh dan berharap jalan lebih ngak jauh. Mau naik shuttle tapi sudah tidak tampak, dulu kesini itu dari visitor center yang dekat Bayfront

Dengan yakinnya kami jalan santai tanpa berusaha nanya bisa tidak beli shuttle dari lokasi ini

Kami jalan kaki tapi ngak sampai sampai he..he... untung di jalanan masih lumayan banyak orang yang main sepeda jadi tidak sepi. Da tidak hujan seperti tadi siang. Kaki sudah merasa pegel tapi dapat foto cakep yang awalnya tidak ditargetkan. Ini dia Singapore Flyer dan Marina Bay Sands dengan lampu aneka warna.


Foto-foto dari kamar Swissotel

Sampai di hotel udah super pegal dan sebelumnya kami sempat beli kue dan chai tea di starbuck dekat raffles city yang terhubung dengan hotel. Kami nyantai sambil foto-foto area Marina May dari kamar hotel kami di lantai 37.




Cerita Hari Minggu

Setelah makan pagi di hotel, kami menyeberang ke Chijmes (menyeberang dari dekat pintu keluar mall yang ada Sephora, arah perkantoran).

Chijmes

Bangunan bersejarah abad 18 ini saat ini dikelilingi cafe-cafe. Bangunan tampak sangat terawat walau sudah tua dan sudah beberapa kali berganti fungsi. Mulai dari biara dan panti asuhan sampai menjadi sekolah dasar khusus anak perempuan.


GBI Singapore

Hari ini ibadahnya di Holiday inn Atrium. Jemaatnya seperti di Jakarta, terdiri dati berbagai kalangan. Disini pekerja tki Indonesia juga tampak lumayan banyak dan mereka tampak bahagia.

Kami tidak menyangka hari ini pembicaranya pak Niko Njotoraharjo. Gembala induk gereja kami.  Hari ini pak Niko juga memberi minyak urapan ke semua jemaat. Seumur umur di Jakarta belum pernah berhadapan muka apalagi diberi minyak urapan. 

Pesan kotbah hari ini  kita harus sembah-yang (menyembah Yang (Tuhan)) bukan hanya berdoa. Orang yang sembahyang pasti berdoa tapi orang berdoa belum tentu sembah-Yang, menyembah Tuhan yaitu dengan melakukan segala sesuatu dengan takut akan Tuhan.

Jewel dan Changi Airport

Kami hari ini menngunakan taxi mulai dari ke gereja sampai ke bandara, kerenan dikit (bukan deh he..he..,, ini karena ngejar waktu)...biar ngimbangi karena pulangnya naik pesawat SQ kelas premium ekonomi, bukan kelas bisnis seperti saat berangkat.

Sebelum terbang balik ke Jakarta kami sempat mampir di Jewel hanya keliling-keliling.



Lalu kami makan di T3, kangen laksa yang ada disana.

Setibanya di Jakarta, saya lumayan norak lihat Indonesia yang sudah keren. Saya baru merasakan imigrasi khusus paspor hijau sudah tidak manual lagi. Antrian bagadi juga sudah jauh lebih cepat dari tahun-tahun sebelummya.

Setelah keluar pintu bandara kami belok kiri untuk mencari taxi Bluebird dan terlihat tampak 1 sedang parkir dengan pengemudi yang berdiri di depannya. Saya agak bingung kenapa ngak ada yang berminat...ternyata ini yang mobil listrik. Argonya hanya lebih mahal Rp 500 per km (kalau tidak salah), dinaikinnya enak juga, mobilnya terasa berat seperti mobil cc besar. Lumayan deh jadi sudah nyobain mobil listrik.

Begitulah cerita jalan-jalan singkat kali ini, walau singkat ada aja kenangan di hati.


Oleh Kumala Sukasari Budiyanto