Tampilkan postingan dengan label Singapore. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Singapore. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juli 2026

Trip ke Istana serasa ke Kebun Raya

Tanggal 25-27 Juli 2026 adalah tanggal yang kami pilih untuk mgepasin tanggal Istana Singapore open house tanggal 26 Juli 2026, open house dalam rangka National Day.


Kami berangkat Sabtu sore naik SQ. Penerbangan lancar dan tiba di hotel langsung tidur.

Minggu pagi acara pertama tentulah makan pagi di hotel lanjut ke gereja  di Bethany Church Singapore, Grand Hyatt Hotel. Pengkotbahnya kali ini "diimpor" dari Jakarta dan ternyata pembawaannya lucu banget he..he... kotbahnya tentang cara kita memandang masalah. Kalau kita memandang dari kacamata Tuhan pasti berbeda dengan cara kita memandang. Kadang masalah iti ada untuk membentik karakter kita dan kadang lama loh itu masalah supaya bisa menghasilkan hal yang wowwe, seperti kasus Yusuf....kenapa pula itu juru minuman yang ditolong diartikan mimpinya dan nebas, lupa ngebantu biar Yusuf keluar...ha..ha karena saat Firaun butuh orang yang bisa artikan mimpi, si Yusuf jadi gampang dicari oleh juru minuman karena Yusuf masih ada di penjara he..he...dan at the end happy kan Yusuf jadi perdana menteri.

Masalah itu pasti selesai walau kadang datang juga ngajak-ngajak "temannya"...ada kadaluarsanya, ada yang 1 jam, 1 bulan dan seumur hidup. Yang 1 jam misalnya macet, 1 bulan salah gunting rambut nah yang seumur hidup ya..tahilah ya, salah kawin.

Anyway link lengkap ada di youtube 

https://www.youtube.com/live/pQVeYsIPgoc?si=pSe7jF6ecNwoAo58

Selesai ibadah, kami naik Mrt dari Orchard ke Dhoby Gaut dan makan di Go Ang Pratunam, Plaza Singapore lantai 3. Kami order agak kebanyakan karena mengira menu nasi hainam itu nasinya aja, ternyata ada ayamnya...hhmmm kalau begitu ngak usah pesan ayam hainam 1/2 ekor ha..ha..

Setelah kenyang, kami jalan ke pintu masuk utama Istana Singapore. Foreigner bayar $S 20 dqn tidak diminta paspor hanya ada pengecekan barang bawaan sepetti layaknya naik pesawat.

Pemandangan yang pertama dilihat, lahan padang rumput yang luas banget.

Di pinggir padang rumput ada danau yang berpenghuni....

he..he..penghuninya angsa...


Istana ini luas banget, 40 ha, setelah jalan cukup jauh, kami tiba di The Villa yang menyajikan pajangan souvenir-souvenir dari berbagai negara. Masuk kesini bayar $S10.

Di area pintu masuk di pajang souvenir kuda dari Indonesia.

Di bagian belakang ada juga gong dari Indonesia.

Di pintu keluar ada di bagikan buku bagi yang mau, 1 keluarga 1. Wah lumayan menghibur karena bisa melihat gedung utama yang saat ini ditutup katena renovasi, lewat foto-foto di buku.


Interior-nya gaya kolonial Inggris karena awal nya memang dibangun untuk kediaman Gubenur dari Inggris untuk Singapura. Hhmm tapi kalah bagus sih dengan istana-istana di Inggris yang pernah saya kunjungi....maklum yang di Inggris itu rumah bos nya.

Dipikir-pikir yah...ini istana mirip Istana Bogor yang di pinggir kebun raya karena disini juga banyak aneka tanaman. Letaknya juga di pinggir kota tapi ini super ekstrim karena di samping Orchard yang ramai dan penuh hedung bertingkat

Kami .sempat foto meriam artileri peninggalan jaman Jepang di halamam istana.

Lumayan pegal juga nih keliling area Istana.

Mengakhiri kunjungan, saya foto dengan latar monumen yang terletak di seberang jalan istana.

Jam masih menunjukkan pukul 4, harusnya mau makan di Chinatown tapi ini kaki lecet dan berasa dosa juga tadi makan kebanyakan...ya udahlah balik hotel aja nikmatin kamar hotel.

Sesampainya di hotel bunyi donkkk alarm kebakaran dengan kata-kata yang sama seperti pernah kejadian pas malam-malam nginap disini..."ada indikasi kebakaran di area xxx dan sedang ditinjau, akan diinfo selanjutnya"...Huh huh untung masih di lobby, jadi saya nongkrong aja deh sambil pesan minuman bermodal voucher welcome drinl nya Accor.

Saat pesan minuman saya tanya donk...ke pelayannya...ha..ha..kena dah prank ke 2 kali nya, katanya lagi tes sound aja....sofitel oh sofitel ha..ha.. Ada sih nih pengumumannya dan tadi pagi saya ngak merasa lihat ini.

Kami menghabiskan waktu sampai di hotel, saya baca buku The Istana yang tadi dikasih sambil nge teh dan makan puding (beli di Breadtalk tadi di lantai bawah).

Btw jalan kaki di Istana sukses nurunin berat badan @1 kilo loh padahal tadi kami makan ayam hainam banyak banget.

Hari Senin pagi setelah makan pagi di hotel kami ke Floral Fantasy Garden by the bay. Rute Mrt kalau lihat sambungan sih di Bugis tapi hadeh buset jalan antar line nya jauh, mau irit tenaga nih karena kaki lecet. Kotak katik ada yang enak tapi ganti 3 kali linectapi lebih pendek. Mr hijau Tanjung Pagar-Raffles, Mrt merah Raffles-Marina Bay Dan Mrt kuning Marina Bay-Bayfront....(btw sekarang dari Bayfront bisa langsung ke Harbour Front Sentosa loh...kapan-kapan saya coba).

Floral fantasy kali ini menampilakn karakter-karakter Disney. Pertama masuk disambut Woddy Dan Buzz.

Lalu ada Beauty & The Beast dan saya yang diantara nya deh....
Ngopi-ngopi cantik bareng si Winnie the Pooh & friends.
Ada juga si Elsa yang lagi "kepanasam"

Foto bersama dua sejoli yang sedang jatuh cinta.
Di area depan loket tiket ada nih patung 2 beruang, kirain patung apa, ternyata Florestan dan Eusebius adalah dua sisi kepribadian berbeda yang diciptakan oleh komponis era Romantik, Robert Schumann, untuk menggambarkan dua sisi emosinya.
Florestan: Sosok yang berapi-api, liar, bersemangat, dan ekstrovert.
Eusebius: Sosok yang tenang, melankolis, murung, dan introver.
Meister Raro: Tokoh penengah yang bijak untuk menyatukan kedua sifat ekstrem tersebut....itu aku ha..ha....
Sebelum balik hotel kami makan di food court semangkuk berdua karena lapar mata aja. Lalu mampir foto di pinggir kali deh....
Kami balik hotel, ambil koper dan naik taxi ke Terminal 2.
Setelah ambil barang di I-shop Changi, ade saya kepengen Garret Popcorn.
Hhmmm ngapin ya, masih ada waktu. Adik saya mau makan dan saya niatnya kagak tapi liat Lasksa kepengen. Kami belo makanan di Encik Tan.

Bengong-bengong, saya ingat dulu banget pernah ke Sunflower Garden di Terminal 2...hhmm boleh lah kita kunjungi lagi dan sekarang bunganya gede-gede banget, saingan ukurannya dengan muka saya ha..ha.. 
Kami kali ini agak bandel, masuk gate menjelang boarding, habisnya malas di dalam, kalau delay dan mau ke wc jadi ribet karena di dalam gate sudah tidak ada wc.
Kami mendarat dengan aman dan tiba di rumah lamgsung beberes deh.

Oleh, Kumala Sukasari Budiyanto.







Kamis, 19 Februari 2026

Imlek-an di Singapore

Penasaran bagaimana suasana Imlek-an di Singapore...., trip ke Singapore kali ini sengaja saya lakukan di H-1 dan hari H nya Imlek, tanggal 16-17 Februari 2026. Tujuan utama yang mau kami kunjungi adalah River Hongbao, tahun lalu pergi sebelum Imlek atraksi ini belum buka, atraksi ini biasanya mulai buka di H-2 Imlek sampai H+7.


Kami naik pesawat SQ jam 8.40 dan untungnya tidak delay karena pas jadwal take off hujan mereda. Kalau cuaca buruk si SQ ini suka "mogok terbang", bakal ditungguin cuaca bagus dulu baru mau take off.

Saat sudah semua penumpang duduk rapih di pesawat, aaaiihhh hujan lagi tapi aneh nih take off juga....he..he..ternyata area berawan yang dilewati sedikit doang, habis itu terang benderang.....pantesan tetap berangkat😁.

Hari ini H-1 Imlek dan kemarinnya weekend maka pesawat lumayan sepi terutama yang bisnis dan premium ekonomi, sepertinya yang mau jalan-jalan sudah berangkat Sabtu.

Setelah mendarat, kami langsung ke hotel naik taxi di area Tanjong Pagar. Selama perjalanan, supir taxi cerita, imlekan di Singapore mah boring, sepi, pada tutup...jadi tidur-tiduran aja di rumah. Kantor bisa ada tutup 5 hari tapi libur paling hari H dan sisanya potong cuti. Hari ini juga toko bakalan tutup jam 2 karena mau makan-makan keluarga. Nah lohhh.....kita ngapain nih datang ke tempat sunyi...ha...ha...(baca lanjutan cerita saya ya, beneran sepi kagak?😉)

Sesampainya di Sofitel City Center, kami foto-foto dulu sebelum check in.

Tapi sayang ngak bisa early check in di jam 12 an, hotel lagi full sehingga kami titip tas saja dan langsung naik MRT ke Chinatown untuk lunch. 

Kami makan di Sicuan Restaurant (letaknya di kanan pintu keluar MRT exit A). Kami dulu pernah makan disini, dulu makan sup ikan bumbu mala nya rasanya unik dan enak. Saat ini kami makan yang lain, sup baso babi, bakmi dan springroll. Hhmmm lumayan rasanya, tapi lebih enak dan unik menu ikan bumbu mala.

Selanjutnya kami mau ke area Chinatown Point, hiasan jalanan Chinatown palimg bagus dekat jalan raya depan Chinatown Point, tapi hujan.... Hhmmm, cari akal deh, masuk lagi ke stasiun MRT exit A yang letaknya selangkah dari resto tempat kami makan, lalu keluar exit E. Kami masuk dulu ke mall Chinatown Point, karena mau foto jalanan belum bisa. Setelah hujan reda, barulah di foto nih kuda di perempatan jalan.

Lalu ada nih foto shio-shio dengan tampilan cucu dan menggemaskan. Tikus lagi dapat uang emas dan Tiger dapat angpao (isinya mungkin Yen atau Sin$ kali yaaa😄😄😄).

Selesai foto, kami balik ke hotel untuk check in, mandi, ganti baju, istirahat sebenatar dan jam 5 sore baru keluar hotel menuju are Marina Bay Sands dan Garden by The Bay.

Jam 5 ini masih hujan. Walah.....gimana nih liat River Hongbao yang di tempat terbuka, luas pula....

Kita foto-foto dulu deh di MBS. Desain Imlek nya sederhana tapi berkelas, kudanya sepertinya terbuat dari kaca.

Hhmmm...ujannya masih belum berhenti juga dan karena perut sudah terasa kosong, kami cari makanan dulu. Niat kepingin makan di food court, udah beberapa kali kesini, ngak kesampaian melulu karena selalu penuh. Kali ini penasaran coba datang lagi...dan penuh lagi.m Akhirmya terpaksa makan yang agak keren deh di resto nya teh TWG yang letaknya di tengah-tengah per empatan area dalam mall, ini juga sempat antri tapi antriannya sedikit dan jelas. Makan disini agak makan budget tapi masih ok dan sesuai dengan yang disajikan. Kami makan seperti di foto ini plus es cream nya yang terbuat ada campuran teh TWG (lupa di foto). Teko nya unik, keliatannya keren banget, ngak tahunya teko biasa tapi ada cover besi warna gold.

Selesai makan kami jalan ke area Garden by the bay dan hujan sudah tidak turun lagi sampai kami selesai keliling area River Hongbao...."anak soleha soalnya he..he..."

Di area ini sebenarnya ada pertunjukan dan khusus malam Imlek mulainya malam banget jam 10 malam, kalau hari biasa jam 8 malam. Kami jadinya foto-foto aja dengan hiasan dari aneka lampu. Kami masuk dari pintu dekat ticketing Garden by the bay. Pengunjungnya ramai banget dan malam pun masih berdatangan karena ada pertunjukan jam 10 sampaib12 malam.

Berikut beberapa tampilan hiasan lampu-lampunya.


Saya paling suka dengan tampilan penari tradisional ini.
Kaki lumayan pegel keliling area ini....tapi biasa, itulah Singapore kemana mana modal kaki.
Sampai hotel berasa pegel banget, belum lagi karena kemalaman akses lift dari area MRT ke hotel yang di lt 5 tutup (kayaknya ini tutup pagian, ingat saya biasanya jam 10). He..he..dari lt 1 kami jadi agak keder, harusnya belok kanan, ini ke kiri😄.

Malamnya kami tidur pulas....dan bangun jam 6.30 waktu Singapore. Bangunnya sengaja ngak mau siang karena hotel lagi penuh jadi breakfast makin agak siangan makin antri....hotelnya sampai bikin pengumuman loh pakai flyer di lobby dan selebaran di kamar.
Breakfast di hotel ini saya paling puas karena pilihannya buanyak apalagi member Accor diskon 30%.
Setelah breakfast, jam 10.30 kami check out dari hotel dan foto lagi sambil nunggu taxi. Hari imlek taxi nya sedikit, yang beroperasi hanya yang pengemudinya orang-orang Singapore Melayu dan India.


Selanjutnya kami mau main-main di Jewel, mah lihat pertunjukan barongsai dan mau liat maskot2nya god of fortune yang bergaya lucu, suka lari-larian seperti anak kecil.
Kami awalnya mau minta di drop di Jewel, tapi kata supir taxi bisanya T1 nanti tinggal menyebrang jalan. Hhmmm, saya jadinya berubah pikiran ke T2 saja deh drop bagasi dulu (di Jewel lantai 1, kalau 4 jam sebelum penerbangan untuk SQ bisa drop bagasi disini tapi saya kuatir takut bermasalah).
Berikut foto nuansa Imlek di T2 area check in.


Lalu seperti saran supir taxi, dari T2 kami naik skytrain ke T1 dari sana ada koneksinya di lantai dibawah area keberangkatan (ada tangga jalan ke arah lantai bawah yang terkoneksi dengan Jewel lantai 1), daripada jalan jauh dari T2 ke Jewel dengan skybridge.....bener lebih  ngak perlu jalan jauh he..he...
Ini adalah foto-foto di Jewel pada hari Imlek.


Namun sayangnya ngak bisa dekat lihat maskot god of fortune yang lucu-lucu ini...

Lanjut kami balik ke T2 dan memang rejekinya "anak soleha", ketemu ama maskot god of fortune di T2, yang ini anteng ngak bergaya lari-larian kayak anak kecil seperti di Jewel. Saya foto adu senyum dulu dengan maskot god of fortune ini dan baru deh dikasih angpao ama dia yang isinya....voucher diskon an.


Setelah itu kami makan dulu di T2, niatnya mau di area yang food court tapi penuh. Jadinya kami makan di Asean Food, makan yang kuah-kuah dan ada pemandangan robot yang antar makanan nih.



Pesawat kami ke Jakarta delay 1 jam karena keterlambatan kedatangan pesawat...hhmmm biasa dah banyak penumpang yang sudah masuk gate minta keluar ke wc, termasuk kami. Petugasnya kasihan deh, harus batal-batalin data, udah sincian harus kerja juga.....Kali ini pesawat penuh dan banyak bocah.
Pulang ke rumah saya ngak mau ambil resiko nungu-nunggu taxi, jadi ambil Golden Bird dan kali ini nyobain mobil Ionic.

Thanks God liburan nya lancar sesuai permintaan dalam doa☺️ agar boleh nikmatin tempat yang saya mau kunjungi. Hujan nya terasa diatur banget...pas saya mau kunjungi area terbuka, ujannya berhenti, pas pesawat mau take off ujannya juga berhenti.

Lalu kesimpulan Imlek di Singapore sepi atau tidak?
Jawabannya seperti Jakarta di kala Lebaran...sepi dan yang ramai di tempat hiburan/wisata.

Oleh, Kumala Sukasari Budiyanto

Senin, 15 Desember 2025

Weekend-an di Singapore yang Berbumbu Ketegangan

Berbumbu ketegangan? Iya betul....btw, yang mau langsung baca yang tegang-tegang, scroll kebawah aja dan cari kata tegang yang di bold.

Trip kali ini kami berangkat Jumat malam, karena biar Sabtu paginya bisa langsung keliling...eh bukan sih he..he...ini lebih karena benefit member Accor-nya sekarang buy 1 get 1 bukan free night.
Pesawat kami SQ jam 7 malam dan buset dah...gate-nya dapat no 1B...jauh buanget, sudah bikin "deposit" kepegalan kaki.

Pesawat delay 30 menit karena cuaca. Ya memang sedang agak rawan hujan tapi ya beruntung pas terbang tidak ada turbulence yang berarti, hanya goyang-goyang dikit aja.

Kami mendarat sudah jam 10 malam waktu Sin dan langsung naik taxi ke hotel, check in dan bobo.

Pagi Sabtu tgl 13 Des 25 kami breakfast di hotel.
Makanan di Sofitel lebih variatif daripada Pullman dan harga sepertinya lebih mahal sedikit tapi karena benefit member discount sekarang hanya 30% dari sebelumnya 50% jadi terasa lebih mahal. Tapi ok lah karena kami makannya banyak...isi perut karena waktu lunch nya diperkirakan tidak jelas. Lalu sebelum keluar hotel, foto-foto di hotel Sofitel City Center yang hiasanì Natalnya banyak boneka Nutcraker.
Acara pertama ke Marina Bay Sands, tujuannya cuma satu...foto dengan hiasan Natalnya yang banyak boneka Nutcracker nya. Kami naik MRT yang terkoneksi dengan hotel. Naik lift yang dekat Guoco Building dari lantai 5 ke B2.
Sampai di MBS kami langsung ke arah hiasan Nutcracker.
Foto pertama, dapat "hadiah" dari Nutcraker.
Foto kedua dengan latar  pohon natal yang digantung.
Foto ketiga, hiasan Nutcraker di tepi lingkaran.
Selesai foto kami balik ke hotel untuk siap-siap keliling Universal Studio Singapore (USS) sampai malam.
Target kami disini cuma mau lihat Meet&Greet dengan berapa tokoh kartun, mau rasakan salju buatan karena lumayan kangen salju dan lihat kembang api. Atraksi tidak jadi target tapi pas dilokasi kami main Despicable me Minion Mayhem dan Sherk 4D Adventure yang harusnya diselipkan di awal kedatangan yang sempat kami ngak jelas keliling-keliling sambil menunggu beberapa acara Meet&Greet.
Acara kami selipkan main 2 atraksi dan ya....hujan lumayan gede, kami lanjut jalan ke area New York untuk merasakan salju palsu di New York palsu pula ha..ha..beda banget rasanya saat rasakan salju asli apalagi yang lebat.
Lanjut nonton firework di Lake Hollywood USS (bukan USA ya...he..he..).
Kaki udah pegel banget dan sambil jalan ke arah sentosa express kami foto deh dengan si bola ikonik nya USS di kala malam.
Sampai di hotel bersih-bersih dan bobo.
Tapi....tra la la....jam 2 pagi alarm peringatan bunyi. Serasa ini mimpi apa beneran ya. Sambil masih setengan on mendengar informasinya ada diteksi kebakaran dan tunggu informasi selanjutnya. Hah beneran mgak sih nih kenyataan, bukan mimpi. Waduh jadi tegang....
Hadehhhh langsung dah ingat kebakaran di Hong Kong dan kebakaran nya Terra Drone di Jakarta...wah I di lantai 17 nih... ihh nih api di lantai berapa ini.
Ya udah capcus siap siap ganti baju, pakai sepatu yang nyaman. Bawa tas tangan aja.
Keluar kamar, tadinya ngak ada yang keluar. Ngak lama ada 1 engko engko tapi cuma mondar mandir ngak jelas. Ngak lama keluar engko enci suami istri yang seperti orang Hong Kong dan sudah diam aja tidak bisa bicara dan keliatan niat mau turun cari-cari tangga darurat. Jadilah saya bareng turun bareng mereka.... daripada bengong nunggu informasi, mending pelan-pelan turun tangga lah, in case beneran ada api harapannya belum besar dan bisa lewat.
Turun di lantai 16 ketemu lagi 1 keluarga yang turun.
Akhirnya kami sampai di lantai 1.
Taraaaaa....lah cuma ngak sampai 20 orang. Ada 4 orang pakai kimono. Bule cuma 1....belasan orang dari Indo, termasuk engko enci yang saya kira orang Hong Kong ternyata orang Kelapa Gading ha...ha...halah ngapain tadi saya sapa mereka pakai bahasa Inggris ..... Dan mereka juga kira saya bukan orang Indo, katanya dikira Malaysia atau apa gitu katanya....
Btw, yang lain pada kemana ya...bule bule pada kemana...wah, mereka setia menunggu informasi selanjutnya nih berarti seperti yang diinfokan.  Hhmm ngak tahan kalau saya nunggu tapi alarm jalan terus dan lift sudah dimatikan.
Di bawah ngak keliatan ada mobil pemadam pula.
Saya tanya donk ke resepsionis yang jaga. Katanya alarm ada deteksi api di gedung sebelah yang terkoneksi dengan hotel di beberapa lantai tapi belum pasti api nya ada tidak. Buat siap-siap kami kami informasikan...hhmmm ya ada bagus nya juga sih siap-siap daripada kebablasan.
Gpp sih tapi kaki ohh kaki jam segini belum pulih pegelnya ditambah turun tangga 17 lantai...ya walaupun tangga nya enak tetap aja nih sampai Senin malam saat nulis artikel ini, ada pegal yang tersisa.
Begitulah cerita bumbu tegang nya...he..he...ada aja nih memang kalo jalan-jalan...tapi jadi ada cerita dan kenang-kenagan dan bagusnya bukan kebakaran beneran.
Ya sudah foto aja di pohon natal di lobby. Ini foto my sis yang bawa tas plus bawa yang gampang dan kantong isi boneka toothless yang baru dibeli di USS😃.
Tidak ada 1 jam kami diperbolehkan naik lagi dan lift sudah dinyalakan.
Lanjut tidur tapi jadi sudah terganggu pulasnya dan akibatnya bangun tidak bisa pagi-pagi amat dan akibatnya ke gereja nya telatttttt.

Seperti biasa kami ke Bethany Church of Singapore....yang saya ingat dari kotbahnya...dalam menghadapi perkembangam jaman, kita jangan tidak mau berubah dari dulu, sekarang dan sampai Tuhan Yesus datang he...he... harus bisa mengikuti perubahan dengan menyaringnya yang sesuai Firman Tuhan. Sekarang kan lagi trend AI...AI tidak mematikan tapi sebaliknya AI bisa bikin maju orang yang bisa memanfaatkannya dengan benar. Ibaratnya dulu, pernah kan pakai kalkulator dilarang di sekolah tapi untuk mempercepat akhirnya sekarang diperbolehkan. Dari sisi pelayanan juga kita harus berubah, ingat kan jaman dulu ada pelayanan OHP (proyektor) yang buat tanyangin lagu-lagu, sekarang tidak lagi. Pelayanan youtube streaming juga adalah suatu kemajuan sehingga dipelosok asal ada internet bisa ikut mendengar kotbah-kotbah dan ibadah online dari mana saja.

Lanjut kami main dulu sebentar di Orchard dan ngak nemu barang yang dibeli.
Lanjut balik hotel dan otw bandara.
Di bandara kami mengambil pesanan di ishop yang sudah kami pesan online dan ada kemajuan kreatifitas...ambil paketnya tinggal pencet di layar dan isi pasword yang sudah diemail dan scan boarding pass dan nanti kotak  yang isi barang kita terbuka.
Ada ada aja nih memang Singapore.
Lanjut kami ke gate dan delay karena hujan. Ada kali 1 jam, tapi gpp lah daripada diatas tegang karena turbulance (dah cukup tegang2 yang jam 2 pagi tadi ha..ha..). Penerbangan lanvar dan hanya turbulence sedikit saja.
Sampai di Soeta, kok aneh ya ini scan paspor kami ngak bisa. Hhmm norak dah karena belum isi form kedatangan yang sudah sekaligus dengan declare bea cukai (ini belum lama berlaku). Hhmm kayaknya iya tuh dari di pesawat diinfo tapi karena ngantuk, ngak jelas nangkepnya dan pikiran ohh yang biasa tuh isian bea cukai.
Bandara cukup ramai dan kami langsung aja pesan yang Golden Bird...adanya Densa, ya sudah mahalan gpp dah daripada sengsara nunggu antrian.....nyobain kursi pijatnya dan pijatnya aneh sih menurut saya he....he....

Oleh Kumala Sukasari Budiyanto