Tampilkan postingan dengan label Dokumen Perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dokumen Perjalanan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 April 2025

"Ritual" di bulan April...ke Cilacap

 Seperti tahun lalu, bulan April ini adalah jadwal nya ceng beng an ke Cilacap namun kali ini berbarengan dengan libur panjang Idul Fitri.

Kereta api Purwojaya yang menjadi andalan kami kalau ke Cilacap saat ini ada 2 trip tambahan...he..he..tapi tiket balik nya laku keras. Untung kami sudah membelinya sebulan sebelum keberangkatan jadi masih dapat yang tanggal 4 pas sesuai jadwal (saat itu yang tanggal 5 sudah habis) dan seminggu setelahnya saya lihat beneran sudah habis.

Jadwal yang kami pilih kali ini sebenarnya kurang nyaman karena 2 malam tidur di kereta, berangjat tanggal 3 malam dan tiba subuh jam 2 30 di Cilacap, lalu balik tanggal 4 malam dan tiba subuh jam 2 di Jakarta. Soalnya kalau pilih pulang yang lebih siang kali ini jam 2 siang, tidak seperti jadwal tanpa kereta tambahan jam 3 siang....agak rawan pilih jam 2 siang karena terburu-buru.


Kami tiba di stasiun Gambir lebih awal sehingga sempat nikmati Starbuck dulu dan kami daftar scan wajah buat masuk gate.

Wihh canggih juga, cukup hadapkan wajah ke kamera dan pintu terbuka. Katanya penumpang 3 jam sebelum keberangkatan yang bisa masuk lewat gate ini.

Kami naik keatas peron jam 8.30 malam dan kereta Purwojaya baru sampai dan sedang dibersihkan.
Kereta kami berangkat jam 9 malam melewati stasiun Jatinegara, Bekasi, Cirebon, Purwokerto, Kroya, Gumilir, Maos dan terakhir stasiun Cilacap yang merupakan tujuan kami.
Kereta berangkat tidak penuh penumpangnya dan kereta ngebut super kencang setelah stasiun jatinegara sampai Cirebon dan lanjut ngebut lagi sampai Purwokerto....lalu di stasiun Kroya lokomotif dipindah ke belakang karena arah kereta yang terbalik untuk menuju ke stasiun Cilacap.
Di kereta kami sempat makan Bakso Enak dan rasanya beneran enak cuma micin nya lumayan berasa aja, boleh dibeli lagi nanti tapi sayangnya kalau makan ini harus naik kereta he..he.. si bakso ini ngak bisa di foto karena makannya jam 10 malam saat lampu kereta diredupkan.

Kami tiba di Cilacap jam 2.35 pagi dan disuguhi pemandangan kereta ketel Pertamina.
Ini ketel isinya apa yah....pas cari tahu ternyata avtur akan dibawa ke bandara Solo dan Semarang. Avtur ini di produksi Pertamina Cilacap yang merupakan kilang terbesar nya Pertamina yang memasok 34% kebutuhan BBM nasional atau 60% BBM pulau Jawa.

Kami lalu dijemput oleh driver mobil rental dan telat, ngak tahu kenapa bisa-bisanya dia telat. Lalu kami check in di Hotel Dafam.
Kami berangkat lagi jam 9 pagi setelah sarapan di hotel ke rumah saudara dan lanjut bareng ke bong Kali Angin untuk ziarah ke kuburan engkong. Kuburan disini di bukit sehingga makin tinggi makin susah dijangkau tapi yang tinggi katanya yang bagus.
Walau agak bawah saya merasa sudah susah naiknya jadi dua tahun lalu saya buatkan jalanan kecil.

Setelah ke bong kami makan di restaurant Prapatan yang lumayan enak jika dibanding jaman saya kecil yang saya merasa enak banget...mungkin memang rasanya sudah berubah atau lidah saya yang mulai rewel he...he...

Karena pulangnya masih malam nanti, maka diajaklah kami oleh family disana jalan-jalan ke pantai Kemiren yang lagi viral.
Pantainya bagus dengan pemandangan pulau Nusa Kambangan.

He..he..kok sepi ya pantai nya, katanya lagi viral.
Sepi karena kami jalan sampai ujung kalau agak depan rame banget.
Pantai ini baru buka menjelang libur nataru tahun lalu. Ciri khas pantai ini memiliki deretan pohon cemara dan tanggul yang panjangnya 6 km dan lebar 5m.
Kami lanjut balik ke rumah family dan baru tahu tadi ada gempa loh....dan jam nya persis pas kami lagi di pantai.
Gempa nya berpusat di laut 79 km tenggara Cilacap di kedalaman 64 km pada jam 13.59 dengan magnitue 4.9.
Untung tidak besar dan tanpa tsunami...

Kami balik hotel dan lumayan istirahat dulu 2 jam an tapi ngak berani tidur...karena ketinggalan kereta ini ngak tahu bisa balik nya kapan karena tiket kereta habis sampai beberapa hari kedepan.

Kami sampai stasiun Cilacap jam 7 malam dan kereta kami akan jam 8 malam. Disini belum pakai face gate tapi baru bisa pakai e boarding pass aja.
Inilah penampakan kereta apai Purwojaya dari Jakarta yang tiba di stasiun Cilacap dan selanjutnya kereta ini yang akan membawa kami ke Jakarta.
Ada satu kebiasaan yang dilakukan petugas kereta yang baru saya tahu, nomor gerbong diubah nih di stasiun Cilacap yang awalnya tiba di depan kereta no 9 diubah jadi no 1 sehingga sampai di Jakarta yang di depan kereta no 1. 
Kereta full penumpang tanpa bangku kosong saat di Purwokerto. Untung ngak ada penumpang yang ajaib dan kali ini kami bebar-benar pulas walau kereta melaju sangat kencang.
Kami tiba di Jakarta jam 2 pagi dan beli di bungkus CFC yang sudah lama tidak kami coba....sampai rumah beres-beres dan makan sebelum lanjut tidur sampai siang.

Oleh Kumala Sukasari Budiyanto 





Kamis, 26 Oktober 2017

Mudahnya Apply Visa Kanada via Online

Nikmatnya berwisata itu buat saya dimulai dari prosesnya, bukan hanya proses terbang naik pesawatnya tapi proses hunting tiket pesawat, mencari hotel yang mur-mer dan tentunya proses appy visa. Ada berbagai pengalaman seru dan kadang suatu ketidakpastian yang bikin penasaran!
Saat apply visa Kanada, pertama saya dihadapkan pada 2 pilihan, apply via VFS atau langsung ke kedutaan. Tentu kedutaan donk kalo bisa langsung…supaya tidak perlu bayar biaya service (hanya biaya visa saja), tapi katanya sekarang ngak terima aplikasi langsung. Ya, benar sekarang apply ke kedutaan bisanya via online. Fine, tapi gimana nanti dapetin stiker visanya yah?
Hhmm, daripada bingung-bingung, saya nekat aja langsung mencoba via online dan mengikuti setiap langkah-langkah yang diperintahkan dan Yes, berhasil!

Mau tahu caranya? Berikut langkah-langkahnya.
Mulailah dengan mengunjungi link ini:
Lalu klik “Apply Online for Visitor Visa”, kemudian klik “Determinde your eligibility to apply online” dimana kita diminta menjawab beberapa pertanyaan lalu kita akan diarahkan ke web untuk pendaftaran online dan membuat MyCIC account (pilih yang melalui GC Key) dan buatlah user ID dan password.
Dokumen apa saja yang harus kita upload juga otomatis muncul. Proses mengisinya bisa dilakukan bertahap dan tidak harus dalam satu hari selesai. Pengalaman saya dokumen yang perlu di-upload adalah sbb:
  • Form 5257 yang merupakan form aplikasi berupa PDF yang bisa diketik dan untuk ttd nya nanti saat di submit ada perintah ttd secara online.
  • Form 5707 yang merupakan form data familie yang juga berupa PDF yang bisa diketik dan untuk ttd nya nanti saat di submit ada perintah ttd secara online
  • Scan paspor
  • Dokumen histori perjalanan saya upload scan paspor bagian yang ada visa dan stempel imigrasi
  • Dokumen perjalanan, saya upload tiket, reservasi hotel.
  • Data keuangan, saya upload referensi bank dan data tabungan 3 bulan.
  • Data pekerjaaan, saya upload surat dari kantor.
  • Dokumen lainnya yang sifatnya optional saya upload asuransi perjalanan.
Family member juga bisa di submit berbarengan, saya juga submit visa untuk adik saya dan data dia yang diminta minim, hanya form 5257, form 5707, copy paspor tapi saya tambahkan juga dokumen optionalnya berupa data pekerjaaan dia.
Setelah semua isian lengkap, barulah dalam tampilan layar akan muncul kata “next” di kanan bawah. Pastikan bagian di kelompok optional dokumen yang ngak mau disubmit di cancel, kalau tidak ikon kata “next” ngak muncul. Klik “next” dan lanjutkan ke proses pembayaran visa seharga CAD 100 dengan kartu kredit visa atau master.
Setelah pembayaran selesai artinya selesailah proses aplikasinya.

Lalu, bagaimana jawaban approved tidaknya dan bagaimana lebel visa kita peroleh?
Tunggu beberapa hari, pengalaman saya sebelum 2 hari ada email masuk ke email pribadi saya yang terdaftar di CIC Account bahwa ada message di MyCIC account saya dan setelah dibaca, tulisannya diminta antar paspor. Kemana?
Bisa dilihat di www.cic.gc.ca/submit
Dimana pilihannya bisa datang langsung ke kedutaan di Jakarta, mengirim paspor via pos ke kedutaan Jakarta atau ke VFS di Jakarta atau Surabaya (jika via VFS ada biaya untuk untuk hal ini sekitar Rp 220 ribu). Karena saya di Jakarta maka saya pilih langsung datang ke kedutaan. (Info dari teman harus ke vfs - info per Okt 2017)
Proses serahkan paspornya mudah hanya bawa print email dan paspor serta yang penting tidak ada biaya apa-apa lagi. Saat menyerahkan saya hanya butuh waktu nunggu plus waktu menyerahkan ngak sampai 10 menit. Saya diberikan kartu pink untuk dibawa saat ambil paspor dan diminta ambilnya Senin, jadi H+2 dari penyerahan (saya menyerahkan di hari Kamis). Waktu untuk serahkan dan ambil paspor di kedutaan hari Senin-Jumat jam 8.30-10.30 pagi.

Saat H+1 dari serahkan paspor saya iseng lihat MyCIC account saya dan status visa sudah tertulis Approved, jadi saat H+2 saya datang ke kedutaan sudah yakin deh di paspor saya telah melekat visa Kanada!

Pagi hari di H+2 saya ke kedutaan untuk ambil paspor dan ngak sampai 5 menit sejak saya masuk ruangan, paspor dengan visa Kanada saya sudah saya dapatkan, dengan status multiple dengan masa berlaku sd tgl paspor berakhir.
Jadi dihitung-hitung, waktu yang saya butuhkan untuk dapat visa Kanada adalah 5 hari kerja setelah upload data lengkap dengan biaya CAD 100.

Note: bagi yang kurang nyaman cara online bisa apply via VFS di Jakarta atau Surabaya dan tentunya dengan ada biaya service. Untuk biaya visa bisa dibayar online atau dengan bank draft. Isi dokumen kalau bingung juga ada fasilitas untuk diisikan dan tentunya ada tambahan biaya. Bisa lihat web ini untuk jelasnya http://www.vfsglobal.ca/Canada/Indonesia/

Oleh, Kumala Sukasari Budiyanto.

Sabtu, 08 Juli 2017

Visitor Visa USA – Kamu Bisa Mendapatkannya Jika Pihak Kedutaan Yakin Kamu akan Pulang ke Indonesia

Judul ini adalah kesan saya saat saya dan juga pengalaman beberapa teman yang mengajukan visa kunjungan ke USA, visa yang terkenal paling sulit didapat. Walau niat hati kita pasti balik pulang ke Indonesia tapi jika dari kondisi kita mereka menilai ada kemungkinan tidak pulang ke negara asal, Indonesia, maka tidak diberikan.

Saya dan adik saya beruntung mendapatkannya karena walau kami single dan usia produktif yang layak dicurigai jadi calon imigran gelap. Tapi dari jawaban kami, syukurlah bisa meyakinkan miss bule yang mewawancara kami kalau saya memang hobi jalan-jalan dan adik saya adalah pendamping jalan-jalan saya yang tidak terpisahkan. Lalu saya memiliki pekerjaan tetap plus usaha kecil yang dijalankan oleh adik saya...yang syukurlah semua ini dinilai ngak layak akan kami tukar dengan status menjadi imigran gelap di USA dan visa kami disetujui. Hhmm, jangan sampai lah yah kalau USA ngak ada di list negara yang pernah dikunjungi oleh orang yang suka jalan-jalan ini he...he...

Proses aplikasi, seperti biasanya, saya paling suka melakukan proses visa sendiri tanpa bantuan biro jasa, selain lebih murah, saya suka pengalamannya.
Langkah pertama, isi form aplikasi online DS-160 dan caranya bisa dilihat di www.ustraveldocs.com/id/
Plilih bagian visa non imigran kemudian pilih "Cara Mengisi Form". Form bisa disimpan online selama 1 bulan artinya bisa edit-edit dulu sebelum di-submit online. Pilih tipe visitor visa B1/B2. Setelah form di-submit kita lakukan pembayaran. Caranya bisa dilihat di web diatas di bagian "Cara Pembayaran".  Saat itu ada pilihan setor tunai di bank CIMB Niaga artinya harus datang ke bank CIMB Niaga, lalu ada pilihan dengan EFT (electronic transfer fund). Saya pilih cara EFT dengan transfer via internet banking karena males kudu datang dan antri ke bank. EFT adalah tranfer antar bank (bisa internet banking maupun ke counter bank dimana kita buka rekening) dengan nomor virtual yang diberikan saat kita masuk ke web yang diinfokan pada menu cara pembayaran. Bank penerima transfer dengan cara EFT adalah Bank Amerika cabang Jakarta dan katanya tidak semua bank ada channel transfer antar bank ke bank ini. Saya melakukannya dengan transfer internet banking dari rekening Citibank saya dan berhasil. Untuk bukti bayarnya cukup diprint halaman konfirmasi dari internet banking.
Jika kita memilih cara EFT maka keesokan harinya baru dapat mengisi jadwal wawancara. Caranya baca di web tadi di bagian Janji Wawancara. Di menu ini kita diminta pilih B1 (bisnis), B2 (travel) atau B1/B2. Saya pilih B1/B2....he..he...ngarep bukan hanya akan jalan-jalan ke USA tapi juga bisa meeting atau training untuk urusan kantor. Saya memilih jadwal di hari libur lebaran terakhir dan berharap akan sepi dan juga supaya jatah cuti saya yang dipotong sebagai cuti bersama ngak sia-sia...ngak mau rugi he..he.., padahal malamnya saya baru balik liburan dari Lombok.

Hari H – Wawancara
Pagi saat bangun tidur, hujan deras banget. Wah...jangan sampai antri sambil ujan-ujanan nih. Tapi hari ini memang hari keberuntungan saya. Saat tiba jam 6.30 di kedutaan,  hujan hanya rintik dan sama sekali tidak ada antrian, saya langsung masuk gedung setelah barang bawaan saya dan juga appointment letter diperiksa satpam. Ya, hari itu Jumat 30 Juni adalah liburan lebaran terakhir. Mantap banget deh ngak ada acara berdiri disetrap dan juga prosesnya lumayan cepat. Kami dapat nomor urut 4. Petugas bagian depan, memeriksa dokumen seperti yang diinfokan saat booking jadwal wawancara yaitu form konfirmasi jadwal wawancara, paspor asli dan 1 foto ukuran 5x5 berlatar putih dan dicetak di kertas glossy. Lalu mengurutkannya. Kami menunggu sebentar dan tepat jam 7, loket sidik jari dibuka. Ada sedikit pertanyaan di loket ini seperti memastikan saya dan adik saya adalah saudara kandung sehingga kami bisa di-interview bareng. Dia juga minta paspor lama kalau mau disertakan. Setelah itu kami ke ruang tunggu wawancara lalu sekitar jam 7.40 loket wawacancara dibuka.
Nomor urut 1, anak muda visanya tidak disetujui, kemudian no 2 tante yang cenderung oma visanya disetujui cepat banget karena dia pernah dapat visa USA tapi belum pernah dipakai dan sekarang baru mau pergi jadi apply ulang. Lalu no 3 yang oma juga, hampir sama lamanya dengan kami wawancaranya dan dia visa juga disetujui.
Giliran kami diinterview bareng berdua, agak banyak juga yang ditanya tapi dokumen tidak dia lihat sama sekali padahal saya sudah bawa surat keterangan kerja, rekening 3 bulan plus deposito...yang dilihat cuma paspor dan surat komfirmasi penyerahan form aplikasi. Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang miss bule ajukan dengan lancarnya dalam bahasa Indonesia (no 1 sd 3 juga di-interview pakai bahasa Indonesia, sepertinya miss nya lagi suka ngomong indo he...he...) sampai akhirnya dia yakin memberikan visa kepada kami. Berikut pertanyaan yang ditanyakan dalam wawancara ngak sampai 10 menit.
  • Mau apa ke USA?
  • Berapa hari?
  • Pakai tour?
  • Rencana kemana saja di USA? (saya kasih unjuk itinerary yang saya buat dari balik kaca tapi dia tidak ambil dan baca dari dekat kertasnya...sepertinya sudah takjub dengar penjelasan saya he...he...)
  • Pernah ke Nz (karena dia lihat kertas print visa yang saya tempel)? 
  • Pernah ke Australia? (karena dia juga liat kertas print visa yang saya tempel di paspor...dan dalam hati saya ingat komentar teman saya saat saya trip terakhir ke Australia itu katanya saya numpang kencing doang karena cuma 3 malam disana ha...ha...)
  • Kapan waktu itu ke Kanada?
  • Saat ke Eropa ke kota apa aja?
  • Siapa yang akan bayar biaya untuk trip ke USA?
  • Kerja sebagai apa?
  • Berapa gajinya? (saya jawab tanpa bersuara deh dengan gerakan bibir dan tangan saja...sebab mikrofon nyaring banget, bisa satu ruangan dengar)
  • Kalian berdua kakak adik serumah?
  • Ayah dan ibu apa masih ada? Siapa yang jaga? 
  • Ada saudara lain di rumah?
  • Khusus adik saya ditanyain di negara-negara yang pernah kita pergi lihat apa aja karena semua pertanyaan diatas hampir semua saya yang jawab dengan mantap tanpa acara gugup he...he... Waktu saat pertama ditanya, di Kanada kemana aja...dia tiba-tiba blank he...he...saya nyeletuk deh sebut Banff National Park....ama miss bule dibilang jangan dibantu jawab....harusnya bilang lihat aurora yah, lebih mantap menunjukkan kami adalah traveller jadi suka yang unik. Setelah itu adik saya ditanya yang dilihat di negara lain bisa jawab tapi yah itu dia tahu ciri-ciri tapi tidak sebut nama tempatnya.
(Btw, jawaban saya tidak share semua yah di blog ini karena buat saya jawaban itu tergantung kondisi kita masing-masing dan tidak bisa disamakan).

Setelah itu kami diberikan kertas putih ukuran A4 yang berisi keterangan pengambilan paspor sambil miss bule nyampaikan selamat visa kami disetujui. Dan kami balas, terima kasih.. Saat itu baru jam 8 pagi, jadi saya di kedutaan cuma 1.5 jam saja.

Pengambilan Paspor di RPX
Kalau saat proses visa saya lancar jaya, tapi saat pengambilan saya kurang efisien. Pertama, saya nunggu-nunggu email pemberitahuan sampai hari kerja ke-3 belum ada juga. Atas saran teman saya, saya baru ingat bisa cek status di web. Saat dicek ditulis paspor ready to pick up. Saya cross cek lagi telepon ke customer service RPX dan ya benar sudah di mereka sejak hari kerja ke 2 sejak saya wawancara....wah cepat juga selesainya.
Kedua, untuk ambil paspor ternyata bisa diantar dan menurut teman saya aman karena mereka akan cari ybs atau kuasanya. Hhmm..mending begini lah yah lain kali.
Saya yang sudah terlanjur memilih mengambil sendiri di RPX, di hari kerja ke 5 pergi ke RPX saat jam istirahat kantor. Hhmm...ternyata RPX juga istirahat jam 12.00-12.40. Akhirnya saya berangkat dari kantor jam 12.20 dan karena tidak macet, urusan saya kelar cepat dan sudah sampai kantor lagi jam 13.15. RPX yang merupakan sister company-nya Fed-Ex, terletak tidak jauh dari samping gedung WTC dan kira-kira di seberang Sampoerna Strategic. Gedung rukonya sudah tua dan tampak sederhana, bangku tunggunya dari plastik dan box tempat menaruh amplop-amplop yang berisi paspor pakai keranjang plastik tapi walau sederhana mereka sistimnya lumayan ok, berkas mudah dilacak dan katanya mereka punya pesawat cargo sendiri loh...yang dipakai buat melayani Indonesia timur.
Setelah mendapatkan berkasnya, saya buka dan Yes, saya dan adik saya mendapat visa multiple 5 tahun kategori B1/B2! Lalu kapan ke USA nya? Hhmmm, nanti nyari tiket promo dulu...he...he...

Oleh, Kumala Sukasari Budiyanto

Minggu, 07 Mei 2017

Visa Selandia Baru, Lebih Hemat dengan Aplikasi Online

Bagi kita warga negara Indonesia memiliki 2 pilihan untuk mengajukan visa Selandia Baru, manual dan online. Kedua cara ini tetap mengharuskan kita datang ke Vfs di Kuningan City Mall Lt 2 Jakarta atau Vfs Bali. Lalu apa bedanya.

Pertama, yang menarik adalah lebih murah. Biaya manual adalah Nz$184 dan biaya visa dan Rp 240.000 fee untuk Vfs, sedangkan online biaya visa Nz$165 dan Rp 180 ribu fee untuk Vfs.

Kedua, dengan manual kita isi form dan semua dokumen lampiran termasuk paspor asli diberikan ke Vfs sedangkan online kita isi form online dan upload dokumen di:
lalu serahkan paspor asli ke Vfs.

Ketiga, jika manual visanya berupa stiker sedangkan manual berupa print out.

Caranya apply online, buat akun di link tersebut diatas. Lalu login dengan akun dan pasword yang sudah dibuat,  lalu ikuti instruksi yang ada. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Dokumen yang diminta sistem untuk di upload mengikuti keterangan yang kita isi, misal bila menginfokan kita di sponsori (sponsor hanya biasa warga atau lembaga Selandia Baru), maka kita harus upload dokumen tsb, jika tidak sistem tidak memintanya seperti aplikasi saya yang tanpa sponsor.
2. Ukuran foto hanya 200kb-an jadi crop dan atur supaya foto memory sebesar itu. Foto juga di crop sampai menampilkan foto seperti yang diminta. Bagian bawah hanya sd ujung bahu (seperti foto visa usa).

Setelah selesai upload data, kita diminta membayar online dengan kartu kredit.

Lalu kita mendapat email (pengalaman saya tidak sampai satu hari kerja) yang meminta kita menyerahkan paspor ke Vfs dalam waktu 20 hari setelah email diterima, jika tidak maka aplikasi dianggap hangus.

Setelah memberikan paspor, pengalaman saya sehari berikutnya saya mendapat email dengan dokumen seperti di bawah ini.... Yes, multiple 1.5 thn dan adik saya multiple 2 tahun.... hhhmmm kok saktian dia yah...sayapun berpikir kenapa....oh oh karena paspor saya berlaku 2 tahun lagi jadi mereka hanya mau kasih 1.5 tahun.
Walau visa udah di tangan, tugas belum selesai.....paspor yang ada di Vfs harus saya ambil. Saya cek status di pagi hari berikutnya dan terlihat status fisik paspor saya sudah dikembalikan dari kedutaan ke Vfs, jadi siangnya kami ambil deh (jam ambil paspor di Vfs jam 2 siang teng! (lebih pagian 5 menit aja ngak boleh masuk) sd jam 4 sore).

Tenang deh urusan visa selesai....kalau tidak tiket yang saya beli setahun yang lalu saat SQ BCA travel fair dengan modal berdiri berjam-jam bisa sia-sia. Gambling jika beli tiket murah karena pasti sebelum buat visa. Visa hanya bisa buat 3 bln sebelum berangkat, sedangkan tiket murah biasanya H minus 6 bulanan baru dapat murah. Nah tapi yang enak nih dapat visa multiple, jika mau pergi lagi bisa dengan tenangnya untuk beli tiket.

Oleh Kumala Sukasari Budiyanto

Jumat, 16 Mei 2014

Mengurus Paspor Online sambil Berwisata di Kota Tua

Mengurus paspor sendiri tanpa bantuan biro jasa, baru kali ini saya lakukan.
Awalnya untuk perpanjangan paspor kali ini saya juga mau menggunakan biro jasa tapi mereka minta waktu paling cepat 7 hari kerja dan bahkan ada yang minta 15 hari kerja...sedangkan waktu saya agak mepet, saya ke biro jasa hari Minggu tgl 27 April, berharap bisa foto di tgl 2 Mei saat kerjaan sudah lewat masa rush nya, dan paspor mau dipakai tgl 10 Mei.
Saya sebelumnya mau urus di awal April saat pekerjaan di kantor belum rush tapi paspor belum masih lebih dari 6 bulan sisa kadaluarsanya, jadi diminta nanti saja oleh biro jasanya.

Karena kondisi tersebut maka saya memutuskan mengurus perpanjangan paspor sendiri karena waktu prosesnya bisa lebih cepat. Jika sudah mendaftar online setidaknya selesai 3 hari kerja setelah foto dan wawancara. Tahun lalu di imigrasi Jakarta Barat dan Pusat perpanjangan paspor online bisa satu hari jadi loh....tapi per awal Jan tahun ini ditiadakan, katanya karena sering banyak salah.

Saya memilih mengurus di imigrasi Jakarta Barat yang berlokasi di Kota Tua (penduduk Jakarta dapat mengurus paspor di seluruh kantor imigrasi Jakarta, tidak perlu sesuai wilayah tempat tinggal) karena mengharap masih ada fasilitas 1 hari jadi (sayang sudah tidak ada), kangen dengan Kota Tua dan lokasinya lebih dekat kantor jadi saya bisa cuti setengah hari untuk foto+wawancara dan setengah hari untuk mengambil paspor.

Mengurus paspor menurut saya lebih enak online karena jumlah antrian tidak dibatasi. Untuk yang walk in (proses normal) di imigrasi Jakarta Barat dibatasi 50 orang per hari....jadi umumnya pemohon sudah antri dari subuh di depan pagar imigrasi dan yang datang kurang lebih jam 7 pagi, kemungkinannya 99% akan kecewa karena tidak dapat nomor antrian, saat saya datang jam 7.30 saya lihat lumayan banyak yang bernasib seperti ini.
Jika online kita masih diberi nomor antrian sampai jam 2 siang, tapi saran saya amannya pagi-pagi saja. Saya datang jam 7.30 pagi dan dapat antrian online  sementara no 10 (nomor ini sementara dan diambil di petugas yang berdiri di depan pintu) setelah proses verifikasi dokumen kita diberi nomor lagi (saya dapat no 9 karena ada pendaftar yang kurang dokumennya), lalu foto dan wawancara, jam 9.30 saya sudah selesai.
Namun jika semua orang sudah banyak yang paham proses secara online, menurut saya antrian akan lebih panjang dari pada saat ini.

Berikut adalah langkah-langkah mengurus pendaftaran online yang harus kita lakukan sebelum datang ke kantor imigrasi:


2. Pilih/klik "Pra Permohonan Personal"
Isi data-data yang diminta termasuk kantor imigrasi yang akan kita datangi untuk urus paspor dan alamat email (satu email hanya bisa untuk satu pemohon).
Jangan salah isi jenis paspornya, pilih perpanjangan untuk yang perpanjang paspor dan paspor baru untuk yang baru pertama kali membuat paspor (teman saya ada yang salah isi dan berlanjut sampai proses bayar sehingga harus proses dan bayar ulang dan ribet urus refund nya).
Upload scan Kartu Keluarga, KTP, Paspor Lama, akte lahir, surat WNI dan Surat Referensi Kerja untuk yang sudah bekerja atau Ijasah untuk pelajar*)....scan nya hitam putih dan jangan lebih dari 300KB per file nya (pilih scan warna grayscale jika ukuran file masih kebesaran).
Setelah lengkap, klik ke langkah berikutnya dan kita akan dikirimkan email untuk pengantar ke bank BNI. Print surat pengantar yang dilampirkan pada email tsb.

3. Bayar di bank BNI dengan membawa print out surat pengantar yang di email tadi.
Bayarnya Rp 255.000 + Rp 5.000.
Bank akan memberi bukti bayar 3 lembar (kata petugas imigrasi harusnya 3 lembar tapi saya oleh bank hanya diberi 1 lembar, tapi untungnya tidak apa-apa, bisa di-copy sendiri).

4. Langkah berikutnya, kembali membuka web imigrasi dengan menggunakan link yang diberikan di email tadi yang berisi pengantar ke bank. Lalu masukkan nomor jurnal yang ada di bukti bayar (btw, step ini banyak yang dilewatkan oleh pemohon yang saya ketemu di kantor imigrasi sehingga mereka jadi harus balik pulang untuk lakukan hal ini terlebih dahulu).
Setelah isi nomor jurnal, kita diminta memilih tanggal dan jam kedatangan ke kantor imigrasi.

5. Kemudian kita akan mendapat email pengantar ke kantor imigrasi. Print surat pengantar yang dilampirkan pada email tersebut.

Di hari yang kita pilih bawa surat pengantar, bukti bayar dan dokumen-dokumen asli yang disyaratkan*).


Di kantor imigrasi antrian verifikasi dokumen dipisahkan antara yang walk in dan online, tapi untuk foto dan wawancara satu tempat yang terdiri dari beberapa loket. Kita akan dipanggil sesuai nomor yang kita dapat saat verifikasi dokumen.

Setelah selesai saya diberi tanda terima dan diminta datang ambil paspor di H+3 setelah jam 2 siang dengan membawa tanda terima dan bukti bayar bank. Saya wawancara di hari Jumat, tgl 2 Mei dan diminta ambil Kamis siang.

Status paspor kita bisa dilihat di website yang sama saat permohonan, saya lupa mengeceknya sebelum hari H, siapa tahu selesai lebih awal, saya mengeceknya pagi di hari kamis, hari yang dijanjikan dan di web tertera "status selesai"...syukur deh, Sabtu jadi dapat dipakai sesuai rencana...he...he...

Saya datang jam 2 kurang dan loket pengambilan paspor masih sepi, saya hanya antri sebentar dan paspor sudah di tangan.
Lalu karena saya mau mengambil paspor lama saya, selain untuk kenang-kenangan karena ada stempel imigrasi negara-negara yang sudah saya kunjungi, juga karena ada visa Australia yang masih berlaku (visa Australia sudah tidak di tempel di paspor, tapi menurut saya paspor lama dapat memperkuat saat saya menunjukkan penggantian nomor paspor), maka saya membuat surat pernyataan (bisa dibeli di kantin) dengan materai Rp 6.000 (di kantin juga dijual, tapi saya bawa sendiri buat jaga-jaga) dan men-copy paspor yang baru bagian depan dan belakang.
Jadi saya antri lagi....untung tidak lama. Jika mau siapkan surat pernyataan dari awal bisa tapi kudu antri ulang lagi juga karena butuh copy paspor baru untuk ambil paspor lama.
Saat saya selesai, antrian tampak makin panjang, untung saya datang lebih awal.

Kesimpulannya urus paspor sendiri dengan cara online itu mudah dan waktu yang dibutuhkan adalah 1 hari untuk isi data di web dan bayar ke bank + 1 hari wawancara dan foto + 3 hari kerja menunggu + 1 hari ambil paspor = 6 hari kerja.

Terima kasih, bapak-bapak dan ibu-ibu petugas imigrasi yang telah "mensukseskan" terbitnya perpanjangan paspor saya...

Lokasi Kantor Imigrasi Jakarta Barat
Kantor Imigrasi Jakarta Barat terletak di Kota Tua, tepatnya disalah satu ujung kota tua, sisi samping kanan kantor imigrasi menghadap jln. Kunir. Kalau naik mobil dan hendak parkir maka harus masuk dari jln. Kunir (yang merupakan sambungan dari jln. Kopi). Bagian depan kantor menghadap sisi samping kiri Kantor Pos...untuk jelasnya bisa googling di google map.

Kota Tua
Setelah paspor selesai saya keliling kota tua sebentar dan mengambil beberapa foto di bawah ini.
Foto kiri atas adalah musium Fatahilah atau disebut juga Musium Sejarah Jakarta, sudah beberapa kali saya mengunjungi tempat ini saat sekolah. Kali ini saya ada niat mau masuk ke musium yang bangunannya bergaya barok klasik dan saat zaman penjajahan Belanda adalah gedung walikota, pengadilan dan penjara...namun karena sudah hampir jam 3 sore dimana musium akan tutup, saya tidak jadi masuk.
Beberapa pahlawan nasional pernah dipenjara di tempat ini, yaitu pangeran Diponegoro dan Cut Nyak Dien.
Keterangan tentang musium ini dapat dilihat di www.museumsejarahjakarta.com

Foto tengah atas adalah Musium Wayang dan bangunan lainnya. Foto kanan atas adalah Kantor Pos dan Musium Seni Rupa dan Keramik.

Saat ini, pemandangan di kota tua tampak terawat, semoga hari-hari berikutnya tempat ini makin terawat dan juga tempat-tempat bersejarah lainnya di negeri ini.

Saya tertarik dengan bola bola batu besar dengan berbagai ukuran yang ada di dekat kantor imigrasi dan juga di samping musium Fatahillah, tampaknya dijadikan pembatas. Apakah ini?
Wah....ini ternyata bola bola batu yang saat zaman Belanda digunakan untuk mengikat kaki tawanan yang disambungkan dengan besi baja. Entah mengapa benda ini ada di luar, entah memang karena stock banyak jadi sebagian bisa untuk hiasan diluar atau ada sebab lainnya....semoga tidak ada yang iseng mencuri dan semoga di dalam musium stock bola bola batu bersejarah ini masih banyak dan terjaga dengan baik.


Oleh Kumala Sukasari Budiyanto