Kamis, 19 Februari 2026

Imlek-an di Singapore

Penasaran bagaimana suasana Imlek-an di Singapore...., trip ke Singapore kali ini sengaja saya lakukan di H-1 dan hari H nya Imlek, tanggal 16-17 Februari 2026. Tujuan utama yang mau kami kunjungi adalah River Hongbao, tahun lalu pergi sebelum Imlek atraksi ini belum buka, atraksi ini biasanya mulai buka di H-2 Imlek sampai H+7.


Kami naik pesawat SQ jam 8.40 dan untungnya tidak delay karena pas jadwal take off hujan mereda. Kalau cuaca buruk si SQ ini suka "mogok terbang", bakal ditungguin cuaca bagus dulu baru mau take off.

Saat sudah semua penumpang duduk rapih di pesawat, aaaiihhh hujan lagi tapi aneh nih take off juga....he..he..ternyata area berawan yang dilewati sedikit doang, habis itu terang benderang.....pantesan tetap berangkat๐Ÿ˜.

Hari ini H-1 Imlek dan kemarinnya weekend maka pesawat lumayan sepi terutama yang bisnis dan premium ekonomi, sepertinya yang mau jalan-jalan sudah berangkat Sabtu.

Setelah mendarat, kami langsung ke hotel naik taxi di area Tanjong Pagar. Selama perjalanan, supir taxi cerita, imlekan di Singapore mah boring, sepi, pada tutup...jadi tidur-tiduran aja di rumah. Kantor bisa ada tutup 5 hari tapi libur paling hari H dan sisanya potong cuti. Hari ini juga toko bakalan tutup jam 2 karena mau makan-makan keluarga. Nah lohhh.....kita ngapain nih datang ke tempat sunyi...ha...ha...(baca lanjutan cerita saya ya, beneran sepi kagak?๐Ÿ˜‰)

Sesampainya di Sofitel City Center, kami foto-foto dulu sebelum check in.

Tapi sayang ngak bisa early check in di jam 12 an, hotel lagi full sehingga kami titip tas saja dan langsung naik MRT ke Chinatown untuk lunch. 

Kami makan di Sicuan Restaurant (letaknya di kanan pintu keluar MRT exit A). Kami dulu pernah makan disini, dulu makan sup ikan bumbu mala nya rasanya unik dan enak. Saat ini kami makan yang lain, sup baso babi, bakmi dan springroll. Hhmmm lumayan rasanya, tapi lebih enak dan unik menu ikan bumbu mala.

Selanjutnya kami mau ke area Chinatown Point, hiasan jalanan Chinatown palimg bagus dekat jalan raya depan Chinatown Point, tapi hujan.... Hhmmm, cari akal deh, masuk lagi ke stasiun MRT exit A yang letaknya selangkah dari resto tempat kami makan, lalu keluar exit E. Kami masuk dulu ke mall Chinatown Point, karena mau foto jalanan belum bisa. Setelah hujan reda, barulah di foto nih kuda di perempatan jalan.

Lalu ada nih foto shio-shio dengan tampilan cucu dan menggemaskan. Tikus lagi dapat uang emas dan Tiger dapat angpao (isinya mungkin Yen atau Sin$ kali yaaa๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„).

Selesai foto, kami balik ke hotel untuk check in, mandi, ganti baju, istirahat sebenatar dan jam 5 sore baru keluar hotel menuju are Marina Bay Sands dan Garden by The Bay.

Jam 5 ini masih hujan. Walah.....gimana nih liat River Hongbao yang di tempat terbuka, luas pula....

Kita foto-foto dulu deh di MBS. Desain Imlek nya sederhana tapi berkelas, kudanya sepertinya terbuat dari kaca.

Hhmmm...ujannya masih belum berhenti juga dan karena perut sudah terasa kosong, kami cari makanan dulu. Niat kepingin makan di food court, udah beberapa kali kesini, ngak kesampaian melulu karena selalu penuh. Kali ini penasaran coba datang lagi...dan penuh lagi.m Akhirmya terpaksa makan yang agak keren deh di resto nya teh TWG yang letaknya di tengah-tengah per empatan area dalam mall, ini juga sempat antri tapi antriannya sedikit dan jelas. Makan disini agak makan budget tapi masih ok dan sesuai dengan yang disajikan. Kami makan seperti di foto ini plus es cream nya yang terbuat ada campuran teh TWG (lupa di foto). Teko nya unik, keliatannya keren banget, ngak tahunya teko biasa tapi ada cover besi warna gold.

Selesai makan kami jalan ke area Garden by the bay dan hujan sudah tidak turun lagi sampai kami selesai keliling area River Hongbao...."anak soleha soalnya he..he..."

Di area ini sebenarnya ada pertunjukan dan khusus malam Imlek mulainya malam banget jam 10 malam, kalau hari biasa jam 8 malam. Kami jadinya foto-foto aja dengan hiasan dari aneka lampu. Kami masuk dari pintu dekat ticketing Garden by the bay. Pengunjungnya ramai banget dan malam pun masih berdatangan karena ada pertunjukan jam 10 sampaib12 malam.

Berikut beberapa tampilan hiasan lampu-lampunya.


Saya paling suka dengan tampilan penari tradisional ini.
Kaki lumayan pegel keliling area ini....tapi biasa, itulah Singapore kemana mana modal kaki.
Sampai hotel berasa pegel banget, belum lagi karena kemalaman akses lift dari area MRT ke hotel yang di lt 5 tutup (kayaknya ini tutup pagian, ingat saya biasanya jam 10). He..he..dari lt 1 kami jadi agak keder, harusnya belok kanan, ini ke kiri๐Ÿ˜„.

Malamnya kami tidur pulas....dan bangun jam 6.30 waktu Singapore. Bangunnya sengaja ngak mau siang karena hotel lagi penuh jadi breakfast makin agak siangan makin antri....hotelnya sampai bikin pengumuman loh pakai flyer di lobby dan selebaran di kamar.
Breakfast di hotel ini saya paling puas karena pilihannya buanyak apalagi member Accor diskon 30%.
Setelah breakfast, jam 10.30 kami check out dari hotel dan foto lagi sambil nunggu taxi. Hari imlek taxi nya sedikit, yang beroperasi hanya yang pengemudinya orang-orang Singapore Melayu dan India.


Selanjutnya kami mau main-main di Jewel, mah lihat pertunjukan barongsai dan mau liat maskot2nya god of fortune yang bergaya lucu, suka lari-larian seperti anak kecil.
Kami awalnya mau minta di drop di Jewel, tapi kata supir taxi bisanya T1 nanti tinggal menyebrang jalan. Hhmmm, saya jadinya berubah pikiran ke T2 saja deh drop bagasi dulu (di Jewel lantai 1, kalau 4 jam sebelum penerbangan untuk SQ bisa drop bagasi disini tapi saya kuatir takut bermasalah).
Berikut foto nuansa Imlek di T2 area check in.


Lalu seperti saran supir taxi, dari T2 kami naik skytrain ke T1 dari sana ada koneksinya di lantai dibawah area keberangkatan (ada tangga jalan ke arah lantai bawah yang terkoneksi dengan Jewel lantai 1), daripada jalan jauh dari T2 ke Jewel dengan skybridge.....bener lebih  ngak perlu jalan jauh he..he...
Ini adalah foto-foto di Jewel pada hari Imlek.


Namun sayangnya ngak bisa dekat lihat maskot god of fortune yang lucu-lucu ini...

Lanjut kami balik ke T2 dan memang rejekinya "anak soleha", ketemu ama maskot god of fortune di T2, yang ini anteng ngak bergaya lari-larian kayak anak kecil seperti di Jewel. Saya foto adu senyum dulu dengan maskot god of fortune ini dan baru deh dikasih angpao ama dia yang isinya....voucher diskon an.


Setelah itu kami makan dulu di T2, niatnya mau di area yang food court tapi penuh. Jadinya kami makan di Asean Food, makan yang kuah-kuah dan ada pemandangan robot yang antar makanan nih.



Pesawat kami ke Jakarta delay 1 jam karena keterlambatan kedatangan pesawat...hhmmm biasa dah banyak penumpang yang sudah masuk gate minta keluar ke wc, termasuk kami. Petugasnya kasihan deh, harus batal-batalin data, udah sincian harus kerja juga.....Kali ini pesawat penuh dan banyak bocah.
Pulang ke rumah saya ngak mau ambil resiko nungu-nunggu taxi, jadi ambil Golden Bird dan kali ini nyobain mobil Ionic.

Thanks God liburan nya lancar sesuai permintaan dalam doa☺️ agar boleh nikmatin tempat yang saya mau kunjungi. Hujan nya terasa diatur banget...pas saya mau kunjungi area terbuka, ujannya berhenti, pas pesawat mau take off ujannya juga berhenti.

Lalu kesimpulan Imlek di Singapore sepi atau tidak?
Jawabannya seperti Jakarta di kala Lebaran...sepi dan yang ramai di tempat hiburan/wisata.

Oleh, Kumala Sukasari Budiyanto