Minggu, 27 April 2025

Weekend-an dengan Monyet Singapore

Weekend di akhir bulan April 2025 itinerary utama nya mau lihat monyet Singapore, tapi beneran ngak sih ini monyet Singapore dan apa bagusnya, apa bedanya dengan topeng monyet nya kita...he..he...baca lebih lanjut yah...


Sabtu, 26 April 2025

Hari ini kami naik pesawat SQ jam 8 pagi, setelah tiba lanjut naik taxi ke Pullman Orchard dan beruntung kamar sudah siap jadi bisa early check in dan bisa rapih-rapih dulu sebelum jalan-jalan sampai malam.

Tujuan utama kami adalah Rainforest Wild Asia. Cara kesini naik MRT turun di Khatib, lalu pilih exit A dan cari halte Mandai Bus. Ongkos naik bis ini S$ 2.5/trip/orang.

Saat kami sampai di lokasi lagi hujan cukup deras, kami bisa masuk dan menyusuri area lokasi yang tertutup atap.

Saya kesini penasaran mau lihat 2 jenis monyet yang ada disini. 

Pertama, Francois' langur (nama ilmiahnya Trachypithecus francoisi) di The Karst adalah spesies monyet yang hidup di hutan tropis di wilayah Tiongkok bagian selatan, Vietnam, dan Laos.

Ciri khasnya adalah bulu berwarna hitam dengan garis putih di sekitar pipi, membuat wajahnya tampak unik

Karst adalah habitat khas dari primata ini.


Singapore yang tidak punya Karst sengaja membuatnya dan jadilah Karst di tengah kota ini.

Kedua, Red-shanked douc langur di The Canopy (nama ilmiah: Pygathrix nemaeus) adalah spesies monyet yang sangat cantik dan unik. Mereka hidup di hutan-hutan tropis di Vietnam, Laos, dan sebagian Kamboja.
Monyet ini unik bulunya warna-warni...hi..hi..muka kuning, kaki nawah merah, buntut putih...asli loh bukan di cat.  Sifatnya tenang dan tidak kepo. Di foto dan dikerumunin sampai dikejar-kejar pengunjung buat foto bagaikan artis, juga ok ok aja.


Jadi 2 jenis monyet yang saya cari ini bukan asli Singapore, tapi karena udah jadi "Penduduk Singapore", maka saya sebut mereka sebagai monyet Singapore...he..he..

Tak kalah menarik disini ada gua buatan, The Cavern dan di dalamnya ada resto yang recommended untuk dicoba dan foto-foto ok juga disini...
Saya coba foto bergaya foto annual report-nya ACA tapi di dalam gua he..he...
Ada banyak area di gua ini yang ok untuk spot foto.



Di Rainforest Wild Asia juga ada satwa lain seperti harimau. Btw, harimau nya kesepian jalan mondar mandir kagak jelas melulu he..he...
Satwa-satwa diletakkan di area bawah dan pengunjung melihatnya dari area atas, cukup aman karena sepanjang mata memandang tidak ada area yang bisa dilewati binatang-binatang itu untuk ke area pengunjung.


Selain itu ada juga area jalan tracking tapi kami tidak coba karena hujan jadi takut licin.

Kami cukup lama berkeliling dan makan di Rainforest Wild Asia ini, jadi setelah selesai kami balik ke area hotel dimana kami menginap, yaitu Orchard.
Kami lihat-lihat barang tapi tidak ada yang lagi kepingin dibeli. Jadinya kami melakukan "dosa" aja makan bakmi kesukaan kami malam-malam, mumpung area Foodcourt Takasimaya-nya ada tempat duduk. Inilah penampakan bakmi Teochiu Fishball Noodle yang enak banget.
Setelah kekeyangan kami jalan ke Pullman Orchard dan melihat poster kreatif, doggy girl yang lagi shopping...cocok banget di pasang disini.


Minggu, 27 April 2025
Hari ini acaranya cuma ke gereja dan setelah itu ke bandara.
Kami ikut kebaktian pertama jam 8.30 GBI Singapore di Grand Hyatt hotel. Kebaktian pertama tidak seramai kebaktian kedua tapi jauh lebih ramai dari kebaktian siang yang English Service.
Ada 2 point kotbah dari Ps Iwan yang paling berkesan:
Pertama...jangan berkata "ahh hidup mengalir aja", karena yang suka mengalir ikut arus cuma kotoran dan sampah (ha..ha..iya banget). Jadilah ikan yang bisa menerjang arus dan bahkan mencari makan di tengah arus. Jadi belajarlah berjalan di tengah arus dengan pimpinan Tuhan.
Kedua, mengajari anak atau orang lain harus dengan memperlihatkan pengalaman hidup bersama Tuhan, kalau kotbah AI juga bisa....he..he..iya aku pernah coba suruh AI kotbah, canggih juga isinya.

Selesai kebaktian, kami balik hotel dan sempat foto dengan boneka doggy maskot-nya Pullman Hotel di area cafe.
Lanjut kami naik taxi ke bandara dan baru tahu kalau disini yang bisa jadi supir taxi hanya penduduk. Permanent residence aja ngak bisa. Ada bagusnya sih biar penduduk bosa dapat kerjaan dan

Kami pulang naik pesawat SQ jam 12.45. Setiap lihat pesawat saya selalu takjub ama yang bisa ciptakan pesawat...sebegitu banyak orang dan barang bisa diangkut keatas awan....

Oleh, Kumala Sukasari Budiyanto


Sabtu, 05 April 2025

"Ritual" di bulan April...ke Cilacap

 Seperti tahun lalu, bulan April ini adalah jadwal nya ceng beng an ke Cilacap namun kali ini berbarengan dengan libur panjang Idul Fitri.

Kereta api Purwojaya yang menjadi andalan kami kalau ke Cilacap saat ini ada 2 trip tambahan...he..he..tapi tiket balik nya laku keras. Untung kami sudah membelinya sebulan sebelum keberangkatan jadi masih dapat yang tanggal 4 pas sesuai jadwal (saat itu yang tanggal 5 sudah habis) dan seminggu setelahnya saya lihat beneran sudah habis.

Jadwal yang kami pilih kali ini sebenarnya kurang nyaman karena 2 malam tidur di kereta, berangjat tanggal 3 malam dan tiba subuh jam 2 30 di Cilacap, lalu balik tanggal 4 malam dan tiba subuh jam 2 di Jakarta. Soalnya kalau pilih pulang yang lebih siang kali ini jam 2 siang, tidak seperti jadwal tanpa kereta tambahan jam 3 siang....agak rawan pilih jam 2 siang karena terburu-buru.


Kami tiba di stasiun Gambir lebih awal sehingga sempat nikmati Starbuck dulu dan kami daftar scan wajah buat masuk gate.

Wihh canggih juga, cukup hadapkan wajah ke kamera dan pintu terbuka. Katanya penumpang 3 jam sebelum keberangkatan yang bisa masuk lewat gate ini.

Kami naik keatas peron jam 8.30 malam dan kereta Purwojaya baru sampai dan sedang dibersihkan.
Kereta kami berangkat jam 9 malam melewati stasiun Jatinegara, Bekasi, Cirebon, Purwokerto, Kroya, Gumilir, Maos dan terakhir stasiun Cilacap yang merupakan tujuan kami.
Kereta berangkat tidak penuh penumpangnya dan kereta ngebut super kencang setelah stasiun jatinegara sampai Cirebon dan lanjut ngebut lagi sampai Purwokerto....lalu di stasiun Kroya lokomotif dipindah ke belakang karena arah kereta yang terbalik untuk menuju ke stasiun Cilacap.
Di kereta kami sempat makan Bakso Enak dan rasanya beneran enak cuma micin nya lumayan berasa aja, boleh dibeli lagi nanti tapi sayangnya kalau makan ini harus naik kereta he..he.. si bakso ini ngak bisa di foto karena makannya jam 10 malam saat lampu kereta diredupkan.

Kami tiba di Cilacap jam 2.35 pagi dan disuguhi pemandangan kereta ketel Pertamina.
Ini ketel isinya apa yah....pas cari tahu ternyata avtur akan dibawa ke bandara Solo dan Semarang. Avtur ini di produksi Pertamina Cilacap yang merupakan kilang terbesar nya Pertamina yang memasok 34% kebutuhan BBM nasional atau 60% BBM pulau Jawa.

Kami lalu dijemput oleh driver mobil rental dan telat, ngak tahu kenapa bisa-bisanya dia telat. Lalu kami check in di Hotel Dafam.
Kami berangkat lagi jam 9 pagi setelah sarapan di hotel ke rumah saudara dan lanjut bareng ke bong Kali Angin untuk ziarah ke kuburan engkong. Kuburan disini di bukit sehingga makin tinggi makin susah dijangkau tapi yang tinggi katanya yang bagus.
Walau agak bawah saya merasa sudah susah naiknya jadi dua tahun lalu saya buatkan jalanan kecil.

Setelah ke bong kami makan di restaurant Prapatan yang lumayan enak jika dibanding jaman saya kecil yang saya merasa enak banget...mungkin memang rasanya sudah berubah atau lidah saya yang mulai rewel he...he...

Karena pulangnya masih malam nanti, maka diajaklah kami oleh family disana jalan-jalan ke pantai Kemiren yang lagi viral.
Pantainya bagus dengan pemandangan pulau Nusa Kambangan.

He..he..kok sepi ya pantai nya, katanya lagi viral.
Sepi karena kami jalan sampai ujung kalau agak depan rame banget.
Pantai ini baru buka menjelang libur nataru tahun lalu. Ciri khas pantai ini memiliki deretan pohon cemara dan tanggul yang panjangnya 6 km dan lebar 5m.
Kami lanjut balik ke rumah family dan baru tahu tadi ada gempa loh....dan jam nya persis pas kami lagi di pantai.
Gempa nya berpusat di laut 79 km tenggara Cilacap di kedalaman 64 km pada jam 13.59 dengan magnitue 4.9.
Untung tidak besar dan tanpa tsunami...

Kami balik hotel dan lumayan istirahat dulu 2 jam an tapi ngak berani tidur...karena ketinggalan kereta ini ngak tahu bisa balik nya kapan karena tiket kereta habis sampai beberapa hari kedepan.

Kami sampai stasiun Cilacap jam 7 malam dan kereta kami akan jam 8 malam. Disini belum pakai face gate tapi baru bisa pakai e boarding pass aja.
Inilah penampakan kereta apai Purwojaya dari Jakarta yang tiba di stasiun Cilacap dan selanjutnya kereta ini yang akan membawa kami ke Jakarta.
Ada satu kebiasaan yang dilakukan petugas kereta yang baru saya tahu, nomor gerbong diubah nih di stasiun Cilacap yang awalnya tiba di depan kereta no 9 diubah jadi no 1 sehingga sampai di Jakarta yang di depan kereta no 1. 
Kereta full penumpang tanpa bangku kosong saat di Purwokerto. Untung ngak ada penumpang yang ajaib dan kali ini kami bebar-benar pulas walau kereta melaju sangat kencang.
Kami tiba di Jakarta jam 2 pagi dan beli di bungkus CFC yang sudah lama tidak kami coba....sampai rumah beres-beres dan makan sebelum lanjut tidur sampai siang.

Oleh Kumala Sukasari Budiyanto 





Rabu, 29 Januari 2025

Iseng-iseng ke Singapore sebelum Sincia

Belum genap dua bulan ke Singapore, sudah balik lagi kesini. Hhmmm iseng mau jalan-jalan tapi yang dekat-dekat saja tapi dunia nya yang agak beda, dan mumpung ada suasana imlek juga juga karena saya kebayang-bayang bakmi nya Lixin yang Desember lalu ngak kesampaikan nyampe ke mulut (cuma sampai mata alias hanya memandang kios nya aja) ha..ha..

Pergi di hari-hari sekitar imlek sebenarnya agak takut kena banjir. Kali ini feeling ok ok aja dan so far pulang pergi dijauhi dari banjir tapi saat saya menulis blog ini, di hari Imlek, banyak area Jakarta dikepung banjir termasuk area bandara sejak malam imlek, semoga cepat reda deh

Kami berangkat Minggu 26 Januari 2025 dengan pesawat SQ kedua, bukan yang paling pagi lagi...he..he..kapok pernah coba yang paling pagi akibatnya masih agak ngantuk jadi kurang enjoy.

Pesawat kami delay 30 menit an, delay dari Sin nya ngak tahu kenapa.

Mendarat di Sin kami cepat-cepat naik taxi ke Pullman Orchard Hotel. Saat tiba jam 12 an padahal kamar sudah ready tapi saya pilih titip tas dulu saja karena buru-buru ngejar kebaktian jam 12.30.

Kami terlambat 10 menit an tiba di GBI Singapore yang kali ini berlokasi di Grand Hyatt lantai 2. Di kebaktian internasional service ini tidak ramai seperti kebaktian 1 dan 2 yang berbahasa Indonesia. 

Setelah selesai kebaktian kami makan dan shopping di Takasimaya sebelum check in hotel.

Kali ini makan makanan Jepang lagi di food court tapi yang counter lain yang tampak lebih ramai dan ternyata harga lebih murah tapi menunya lebih sederhana dari yang tempat kami makan di bulan Desember. He..he..mau makan bakminya Lixin penuh again.... dan memang saya jadwalkan bukan makan disini, yakin penuh soalnya.

Chinatown

Kami naik MRT dan sengaja turun di station Maxwell yang dekat Budha Tooth Relic Temple, tapi hujan deras. Untungnya ada jalanan yang beratap sehingga bisa nyebrang ke pinggir temple dan bisa foto-foto sambil nunggu hujan sedikit mereda.

By the way, di foto kelihqtan hanya ada saya tapi padahal kagak, ada beberapa orang disana lagi berteduh juga. He..he...ini hasil kerjaan penghapus obyek di aplikasi foto hp samsung....mayan mantap juga๐Ÿ˜.
Lama juga hujan ngak berhenti, sampai-sampai foto di depan pintu aja dilakukan ๐Ÿ™„๐Ÿ˜ƒ.
Nunggu hujan berhenti kayaknya ngak mungkin nih...ya sudahlah agak reda kami jalan pakai payung dan jas hujan.
Kami jalan ke arah Chinatown Point....he..he...mau nyari bakmi Lixin dan KFC. Ha..ha..ngapain ke Sin nyarinya KFC....ada boneka mofusan edisi KFC tapi sayang sold out.
Kami berhasil makan di bakmi Lixin di basement 2. Nyari lokasi tangga ke  basement 2 ampe muter-muter kayak bersembunyi nih tangga, nanya petugas kebersihan juga agak mabok. Bentuk mall nya agak ajaib melingkar-lingkar dan suasanya mirip dimana ya...maybe mangga dua dulu waktu ramai. Nah sudah tenaang nih bakal bisa makan bakmi karena disini ada counter tersendiri....eittsss menu nya yang komplit sold out. Ya udah makan seadanya yang ada...besok kejar di bandara T1, ada sih di data....ha..ha..kalau ngak kesampaian juga, bisa jadi bulan depan balik lagi ada deh....kalau kata adik saya ke Sin itu serasa cuma dari rumah ke mall Puri tapi nambah pakai pesawat aja๐Ÿ™„.
Dari Chinatown Poin rencananya mau liat-liat toko di jalanan Temple St dan sekitar jadi di otak saya harus jalan lewat jalanan yang selevel jalan raya.
Hmm hmmm udah kecilan nih hujan, kami keluar dan sempat foto jalanan yang gemerlap meriah.
Tapi tidak lama hujan gede, hadeh...akhirnya masuk lagi dan beli sedikit hiasan imlek. Lalu kami keluar mall dan hujan masih lebat...gimana ini. Hmm hmmm pas mata lirik ke kanan...eh ada akses pintu station MRT...dari tadi kenapa kagak keliatan ya...he..he...tidak kena hujan loh pintu station ini yang persis di samping Chinatown Poin. Beginilah akibat kurang searching sebelum jalan-jalan, maklum cuma ke Sin jadi cuek aja persiapannya.
Kami langsung balik arah Orchard dan sebelum ke hotel mampir ke basenent Takasimaya mau beli kue yang mungkin menarik buat dibawa pulang...hhmm kami cuma beli beli 2 toples kue keringnya Bengawan Solo.

Capita Spring
Hari ini Senin, 27 Januari 2025 yang mana di Indo hari libur tapi di Sin tidak jadi kesempatan untuk lihat perkantoran Capita Spring yang unik dan lantai 51 nya ada garden yang fotogenik. Kesini free tapi perlu booking dulu dan kami book 2 minggu yang lalu.
Setelah makan pagi di hotel dan seperti biasa diskon 50% untuk member Accor, kami naik MRT turun di Raffless.
Lokasi tidak jauh dari MRT Raffles tapi nyari pintu masuk nya agak meragukan. Kami sampai pas jam 9 (slot kami 8.30-9.00) dan untung masih dikasih masuk dan ngak ditanya macam-macam cuma perlihatkan booking an nya aja.
Mereka sediakan lift khusus untuk untuk visitor ke lantai 51 dan lantai 17 saja.
Sampai diatas tampam biasa saja tapi memang fotogenik.
Kalau mau lebih gaya sebenarnya foto di area di bawah dekat pintu keluar lift dan yang foto dari atas.
Dari sini bisa terlihat pemandangan kota Singapore. Area Marina Bay Sand terlihat jauh lebih rendah.
Selanjutnya kami balik hotel, lurusin kaki lagi dan check out jam 11. Kami punya waktu 4 jam buat main-main di Jewel dan airport sebelum naik pesawat, lumayan lah bisa santai-santai sambil looking looking.

Jewel Changi
Kesini sebenarnya tidak saya jadwalkan tapi karena cukup waktu jadilah kami kesini.
Pertama yang dicari KFC dan berharap masih ada mofusan nya tapi sold out juga padahal edisi ketiganya baru keluar hari ini, ternyata penggemar mofusan seperti adik saya banyak banget.
Kami mampir ke Canopy Park dan berjumpa lagi dengan 2 boneka orang utan yang kocak ini.
Ada juga si Labubu nih...
Ada juga tokoh-tokoh PopMart lainnya dengan suasa imlek.
Kami juga "dipaksa" foto template, ngak wajib beli sih tapi ya udah beli aja lumayan juga hasilnya dan ngak bisa foto berdua seperti ini kalau bukan pakai templete seperti ini.
Ok acara terakhir....makan bakmi Lixin di T1. Dari Jewel ke T1 dekat banget jalannya tapi dimanakan lantai 2 yang ada bakmi Lixin....nanya petugas ternyata lantai 2 itu yang sejaja Gate...ha..ha..di otak saya inj lantai 1 ๐Ÿ™„. Untung nanya ha..ha..
Akhirnya tercapai nih makan yang menu lengkap...
tapi...tapi...rasanya kenapa lebih enak yang di Takasimaya ya, apa karena kali ini saya pilih yang less spicy yahhh...dulu kayaknya yang spicy....atau karena ini makan di mangkok bahan kertas ya...ngak tahu dah, gelap ha...ha...tapi yang penting udah makan.

Pesawat kami delay again tapi cuma 15 menit karena keterlambatan nunggu penumpang yang connecting flight.
Cuaca gerimis hhmm..hmmm bakalan goncang-goncang dah jadi kamj sampai pesawat ke wc lagi deh karena kalau nanti kepengen bakalan ribet....benar aja goyang goyang sampai lewat Jambi baru agak reda
Paling goncang memang diatas Palembang, ngak hujan saja disini pasti goncang, apalagi lagi hujan.
Makanan disajikan telat dan beberapa penumpang belum selesai makan harus disudahin. Kami sih pas selesai karena bangku depan premium economy disajikan makanan lebih dahulu.

Sebenarnya ya lebih baik balik Selasa pagi biar malam Senin masih bisa lihat Hongbao River di area Gardens by The Bay. He..he..tapi kalau jadinya ngak mau rugi dan balik selasa malam, wah kena banjir deh.... Just Dreaming!

Ya sudahlah memang yang pas seperti ini dan seperti biasa, pulang Sin kaki pegel, tapi otak refresh๐Ÿ˜ƒ dan perut kempes๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ™„.

Sesampainya di Terminal 3 Jakarta, ada yang keren nih....TV super lebar dengan hiasan pepohonan sudah terpampang tapi area bagasi masih ada yang renovasi jadi suasana belum sepunuhnya keren karena jadi rame banget.

Happy Chinese New Year.


Oleh Kumala Sukasari Budiyanto







Minggu, 08 Desember 2024

Nuansa Natal 2024 di Singapore

Kami sengaja memilih weekend-an ke Singapore di awal bulan Desember 2024 ini untuk menikmati pemandangam suasana natal disini. Kali ini kami kapok memilih penerbangan pertama seperti Oktober lalu tapi penerbangan kedua, namun sayang SQ yang ini tidak ada bangku premium ekonominya, jadi hanya bisa menikmatinya di penerbangan pulangnya.

Kami kembali memilih menginap di Pullman Orchard supaya lebih gampang menikmati pemandangan suasana natal di Orchard Roaf yang menurut saya area yang paling ok untuk menikmati gemerlapnya nuansa Natal di Singapore..

Setelah mendarat, kami naik taxi ke hotel lalu check in hotel dan kali ini bisa early check in karena mungkin ini kamar premiere (hasil berburu red hot nya accor) jadi lebih tersedia atau hhmm ya kebetulan saja pas tersedia sih.

Setelah check in kami langsung kabur juga sih. Mandinya nanti setelah panas-panasan di garden.

Kami naik mrt ke Chinese Garden yang katanya sudah buka. Hhmm pas turun MRT sempat bingung juga karena masih tampak ada pembangunan.

Chinese Garden ternyata memang sudah buka tapi belum selesai semua area. Ok lah bisa foto-foto lagi disini.

Disini sekarang ada Japanese Garden juga loh...dengan aneka tanaman bonsai nya.

Eihhhh kenapa foto-foto garden gaya China dan Jepang ya..katanya mau suasana Natal. 

Hhmm abis dari sini baru deh kami full cari-cari suasana natal tapi balik hotel dulu buat mandi, sudah cemong keringatan ha..ha..

Lanjut setelah merapikan diri, cari pemandangan suasana natal di Orchard sambil jalan ke stasiun MRT menuju Garden by The Bay.



Selanjutnya kami ke Floral Fantasy dan Christmas Wonderland di area Garden by The Bay.

Di Floral Fantasy sedang ada desain disney. Lucu dan cantik bunga-bunga yang wangi dibentuk tokoh-tokoh disney.




Lanjut ke area Christmas Wonderland yang sebenarnya luas tapi kami hanya main di area Santa dan lumayan habis waktu lama untuk antri foto dengan Santa.
Setelah berhasil foto dengan Santa, kami cepat-cepat balik ke Orchard yang terang benderang.
Kami belum makan malam padahal sudah jam 9 malam dan mau makan Teochiu Fish Noodle di Takasimaya yang tadi siang ngak berhasil dinikmati karena tempat duduk penuh. Hhmmm tapi saat sampai pas banget tutup....haiya jadi kebayang-bayang deh dan bakalan nafsu balik Singapore lagi dalam waktu dekat ha..ha..
Malam ini jadinya makan di hotel tepatnya room dining karena udah kemalaman. Untung enak ha..ha..
Hari Minggunya kami cuma makan pagi di hotel dan lanjut ke bandara naik pesawat siang. Kalau trip minggu biasanya, kami cari gereja di negara yang kami kunjungi tapi kali ini tidak karena sorenya ada Natal wanita di GBI Puri Jakarta...pengen liat ratusan wanita, tampaknya malah nyaris 1000 wanita yang ngumpul...agak "menyeramkan" wanita segitu banyak berkumpul ha..ha...

Satu lagi ini foto suasana natal di Changi Airport.


Oleh, Kumala Sukasari Budiyanto